Petani Muda Gunungkidul Mulai Minati Budidaya Bawang Merah
- 20 Agt 2026 06:32 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Gunungkidul — Pertanian bawang merah di Kabupaten Gunungkidul dinilai memiliki prospek yang cukup menjanjikan, Kamis, 20 Agustus 2026. Memasuki musim kemarau, semakin banyak petani yang mulai membudidayakan komoditas tersebut, termasuk dari kalangan generasi muda.
Hal tersebut disampaikan oleh Arista Putri, seorang petani bawang merah asal Padukuhan Pragak, Kalurahan Semanu, Kapanewon Semanu, Gunungkidul. Menurutnya, budidaya bawang merah kini kian diminati karena peluang hasil yang ditawarkan cukup menjanjikan.
“Kalau untuk prospek tanam bawang merah di Gunungkidul bagus sekali. Setiap kecamatan pasti ada yang tanam bawang merah, apalagi di musim kemarau ini,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa petani yang menanam bawang merah saat ini bukan hanya mereka yang sudah puluhan tahun berkecimpung di sektor pertanian. Belakangan ini, mulai bermunculan petani-petani baru dari generasi muda yang tertarik membudidayakan komoditas ini.
Di Padukuhan Pragak sendiri, jumlah petani bawang merah mengalami peningkatan cukup signifikan. Dari yang semula hanya berkisar delapan orang, kini jumlahnya telah melonjak hampir dua kali lipat.
“Bahkan yang baru-baru banyak sekali. Awalnya di padukuhan saya hanya ada delapan petani, sekarang sudah 15 petani yang menanam bawang merah. Mereka masih muda,” ujarnya.
Arista membagikan pengalamannya yang telah dua kali melakukan penanaman bawang merah di lahan seluas 800 hingga 900 meter persegi. Pada musim tanam pertama, dengan modal sekitar Rp10 juta untuk 50 kilogram bibit, ia mampu mengantongi hasil penjualan hingga Rp23 juta.
Namun, ia menambahkan bahwa dinamika harga pasar tetap menjadi tantangan tersendiri bagi para petani. Pada penanaman kedua dengan bibit 40 kilogram, hasil yang didapat turun menjadi Rp13 juta akibat fluktuasi harga di pasaran.
“Untuk hasilnya, di tanam pertama Rp23 juta. Kemudian di tanam kedua bibit 40 kilogram, hasilnya Rp13 juta karena harganya turun drastis,” ucapnya.
Kendati demikian, Arista menilai kondisi lahan di Gunungkidul sangat mendukung pengembangan bawang merah. Antusiasme para petani muda yang terus tumbuh menjadi bukti bahwa sektor hortikultura ini memiliki masa depan yang cerah di kawasan tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....