Indonesia Raih Peringkat Kedua Destinasi Ramah Muslim Dunia

  • 20 Jun 2026 21:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Indonesia peringkat kedua Muslim-Friendly Destination of The Year 2026
  • Prestasi itu diraih dalam Global Muslim Travel Index (GMTI) Awards 2026
  • Indonesia naik tiga tingkat dibandingkan GMTI 2025
  • Indonesia semakin kompetitif sebagai destinasi wisata ramah Muslim
  • Kementerian Pariwisata memperkuat ekosistem wisata halal melalui berbagai program strategis
  • Indonesia optimistis meraih posisi teratas destinasi ramah Muslim dunia pada GMTI mendatang

RRI.CO.ID, Jakarta - Indonesia meraih peringkat kedua kategori Muslim-Friendly Destination of The Year atau destinasi wisata ramah muslim dunia. Penghargaan tersebut diterima Sekretaris Kementerian Pariwisata, Bayu Aji, di Singapura, mewakili Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana.

Penghargaan itu diberikan pada ajang Global Muslim Travel Index (GMTI) Awards 2026. Menurut Bayu Aji, capaian itu membuat posisi Indonesia di sektor pariwisata ramah muslim semakin kompetitif di tingkat internasional.

“Pada pemeringkatan tahun ini, Indonesia berhasil naik tiga peringkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di posisi kelima pada 2025,” kata Bayu Aji, melalui siaran pers Jumat, 19 Juni 2026.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada CrescentRating dan Mastercard, yang konsisten mendukung penyelenggaraan GMTI setiap tahun. “Atas nama Kementerian Pariwisata, kami menyampaikan apresiasi kepada penyelenggara GMTI 2026,” ujarnya.

Pemeringkatan GMTI menggunakan kerangka penilaian ACES (Access, Communication, Environment, and Services) yang mencakup 17 indikator. Pada aspek Access, penilaian meliputi konektivitas, kemudahan persyaratan visa, serta infrastruktur transportasi.

Penilaian aspek Communication, mencakup kemampuan bahasa, promosi destinasi, serta tingkat kesadaran para pemangku kepentingan terhadap wisata ramah Muslim. Sementara aspek Environment, menilai utilitas dasar, keamanan, keberlanjutan, serta faktor pendukung lainnya.

Aspek Services, menilai ketersediaan tempat ibadah, pilihan makanan halal, dan fasilitas ramah Muslim di bandara. Tidak ketinggalan akomodasi yang mendukung kebutuhan wisatawan Muslim, hingga pengalaman wisata dan atraksi berbasis warisan budaya Islam.

Secara keseluruhan Indonesia memperoleh skor 79, yang menjadi capaian tertinggi sepanjang keikutsertaan dalam GMTI. Peningkatan ini mencerminkan konsistensi Indonesia, dalam membangun ekosistem pariwisata ramah muslim yang berkualitas, inklusif, dan berdaya saing global.

Capaian tersebut tidak terlepas dari berbagai program yang telah dijalankan Kementerian Pariwisata. Di antaranya penguatan sertifikasi halal bagi produk usaha mikro dan kecil di desa wisata.

Pengembangan 15 destinasi pariwisata ramah muslim melalui Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2025 bekerja sama dengan Bank Indonesia. Penguatan promosi destinasi melalui Indonesia.travel, penyusunan pedoman layanan dasar hingga petunjuk teknis, pengembangan destinasi pariwisata ramah muslim.

Bayu Aji optimis Indonesia mampu meningkatkan kualitas layanan dan daya saing, sehingga tahun mendatang dapat menempati posisi teratas. "Kami optimistis dapat kembali meraih posisi sebagai ‘Muslim-Friendly Destination of The Year’ pada tahun depan," pungkasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....