Devisa Pariwisata RI Tumbuh 6,3 Persen Ditopang Kunjungan Wisman

  • 17 Jun 2026 22:58 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Sektor pariwisata Indonesia menyumbangkan devisa sebesar US$ 4,05 miliar pada Triwulan I 2026.
  • Kunjungan wisatawan mancanegara ke dalam negeri mengalami peningkatan hingga mencapai 4,68 juta kunjungan.
  • Aktivitas perjalanan wisatawan domestik mencatat pertumbuhan positif mencapai 417,06 juta perjalanan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Penerimaan devisa sektor pariwisata Indonesia tumbuh sebesar 6,3 persen hingga mencapai US$ 4,05 miliar. Peningkatan nilai devisa negara tersebut setara dengan Rp 68,28 triliun pada periode Triwulan I.

Kenaikan devisa ini ditopang oleh jumlah kunjungan wisatawan mancanegara yang mencapai 4,68 juta kunjungan. Volume kunjungan turis asing tersebut tercatat tumbuh sebesar 8,24 persen dibandingkan periode tahun lalu.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Kabakom) RI Muhammad Qodari menyampaikan perkembangan positif sektor pariwisata nasional. Pernyataan resmi tersebut disampaikan secara langsung dalam konferensi pers pada hari Rabu, 17 Juni 2026.

"Peningkatan jumlah kunjungan yang diiringi peningkatan pengeluaran ini mendorong pertumbuhan devisa pariwisata," ujar Qodari dalam konferensi pers, di Kantor Bakom RI, Jakarta.

Qodari menerangkan pertumbuhan kunjungan tersebut tetap stabil walau situasi perekonomian global sedang bergejolak. Realisasi kunjungan pada empat bulan pertama tahun lalu tersebut tercatat sebanyak 4,33 juta kunjungan.

"Pertumbuhan ini tetap terjaga di tengah dinamika geopolitik global dan ketidakpastian ekonomi dunia. Didukung oleh strategi pemasaran yang adaptif melalui optimalisasi pasar jarak dekat dan menengah," ujarnya.

Rata-rata pengeluaran satu orang wisatawan asing mencapai US$ 1.345,61 per kunjungan selama triwulan pertama. Nilai belanja pelancong asing tersebut mengalami kenaikan sebesar 5,36 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Jumlah nilai pengeluaran wisatawan tersebut setara dengan Rp 22,68 juta untuk setiap kali kunjungan. Adapun pengeluaran rata-rata pelancong pada tahun lalu hanya berkisar pada angka US$ 1.277,17 saja.

Pergerakan wisatawan nusantara juga menunjukkan tren peningkatan yang cukup positif di samping kunjungan asing. Jumlah total perjalanan domestik tersebut mencapai 417,06 juta perjalanan sepanjang periode Januari hingga April.

Aktivitas perjalanan dalam negeri tersebut tercatat tumbuh sebesar 1,48 persen dibanding periode tahun sebelumnya. Pencapaian pergerakan wisatawan domestik pada periode yang sama tahun lalu tercatat sebanyak 410,99 juta.

Sektor pariwisata nasional diperkirakan mampu memberikan kontribusi langsung terhadap produk domestik bruto (PDB) negara. Nilai kontribusi perekonomian tersebut diprediksi setara dengan Rp 248,11 triliun hingga Rp 309,36 triliun.

Ia menekankan pentingnya peran sektor pariwisata dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah tantangan global. Penerimaan devisa pariwisata pada periode yang sama tahun lalu tercatat sebesar US$ 3,81 milar.

"Sektor pariwisata Indonesia terus menunjukkan kinerja yang positif dan resilience (tangguh), baik dari sisi wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara, sehingga ini semakin memperkuat peran pariwisata sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi nasional," kata Qodari.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....