'Tona Sian Huta' Angkat Opera Batak ke Panggung Nasional, Dorong Pariwisata Toba
- 19 Mei 2026 21:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Tona Sian Huta Angkat Opera Batak ke Panggung Nasional, Dorong Pariwisata Toba
RRI.CO.ID, Jakarta — Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Lamhot Sinaga, menilai gelaran Tona Sian Huta – Opera dan Konser Musik menjadi langkah strategis dalam memperkuat identitas budaya Batak. Menurut dia, kegiatan tersebut juga dapat mendorong pengembangan pariwisata kawasan Danau Toba.
Pertunjukan budaya itu dijadwalkan berlangsung pada 11 Juli 2026 di Gedung Jetun Silangit, Tapanuli Utara. Acara ini digagas oleh Persatuan Artis Batak Indonesia bersama Ketua Umum Charlie Hutasoit dan mendapat dukungan dari Lamhot Sinaga.
Menurut Lamhot, pengembangan kawasan Danau Toba tidak cukup hanya mengandalkan panorama alam. Ia menilai kekayaan budaya Batak juga harus diperkuat karena memiliki daya tarik yang autentik dan khas.
“Tona Sian Huta adalah bukti bahwa budaya Batak bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi menjadi penggerak pariwisata Danau Toba ke depan. Wisatawan diharapkan tidak hanya menikmati pemandangan danau, tetapi juga merasakan kehidupan budaya masyarakat,” ujar Lamhot.
Ia mengatakan destinasi super prioritas seperti Danau Toba membutuhkan agenda budaya berskala besar yang digelar secara rutin. Menurut dia, kegiatan semacam itu dapat menciptakan alasan bagi wisatawan untuk datang dan tinggal lebih lama.
Lamhot menilai sektor pariwisata memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat. Dampak tersebut terutama dirasakan pelaku usaha kecil di sekitar kawasan wisata.
“Setiap pertunjukan besar akan menggerakkan sektor hotel, transportasi, kuliner, UMKM, hingga ekonomi kreatif lokal. Karena itu, event budaya harus dipandang sebagai investasi sosial dan ekonomi,” katanya.
Dalam pertunjukan tersebut, penonton akan disuguhkan opera Batak, konser musik, dan seni tradisional. Penyelenggara juga menyiapkan tata visual modern untuk menjangkau generasi muda tanpa meninggalkan nilai budaya.
Panitia turut menghadirkan tenant UMKM yang menampilkan berbagai produk lokal. Produk yang dipamerkan meliputi kuliner khas Batak, ulos, kriya, dan kerajinan tangan masyarakat sekitar Danau Toba.
Sementara itu, Charlie Hutasoit mengatakan Tona Sian Huta lahir dari semangat membangun kebanggaan kolektif masyarakat Batak terhadap budaya dan tanah leluhur. Ia menyebut kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk memperkuat identitas budaya Batak.
“Tona Sian Huta kami hadirkan sebagai gerakan kebudayaan. Ini bukan sekadar konser, tetapi momentum untuk menghidupkan kembali rasa memiliki terhadap budaya Batak dan menjadikannya kekuatan ekonomi,” ujar Charlie.
Ia menambahkan pihaknya menargetkan kehadiran diaspora Batak dari berbagai daerah di Indonesia maupun luar negeri. Kehadiran diaspora dinilai penting untuk memperkuat promosi pariwisata Sumatera Utara.
Acara tersebut turut mendapat dukungan dari Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, dan Kementerian Koperasi dan UMKM Republik Indonesia. Dukungan itu diarahkan untuk mendorong pengembangan budaya sebagai bagian dari ekosistem ekonomi kreatif nasional.
Penyelenggara berharap Tona Sian Huta dapat menjadi agenda tahunan dalam kalender event budaya unggulan Sumatera Utara. Mereka juga meyakini kegiatan ini mampu memperkuat citra Danau Toba sebagai destinasi wisata berbasis budaya.
Tiket pertunjukan telah tersedia melalui platform LOKET.COM. Panitia juga membuka layanan informasi untuk memudahkan masyarakat memperoleh akses pembelian tiket.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....