Lamhot Sinaga: Produk Lokal Kunci Bangkitkan Industri dan Tenaga Kerja
- 06 Mei 2026 23:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Lamhot Sinaga: Produk Lokal Kunci Bangkitkan Industri dan Tenaga Kerja
- Lamhot Sinaga
RRI.CO.ID, Jakarta — Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Lamhot Sinaga, mendukung langkah Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Langkah tersebut yakninya dalam memperkuat pasar nasional melalui optimalisasi penggunaan produk lokal.
Lamhot menilai, kebijakan yang mendorong belanja dan penggunaan produk dalam negeri tentunya menjadi strategi ekonomi. Selain itu juga mejadi fondasi penting untuk memperkuat struktur industri nasional.
“Ketika produk lokal menjadi tuan rumah di negeri sendiri, industri akan tumbuh, kapasitas produksi meningkat. Dan lapangan kerja terbuka luas,” ujar Lamhot dalam keterangannya.
Ia menegaskan, sektor industri pengolahan merupakan tulang punggung ekonomi Indonesia. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kontribusi sektor ini terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai sekitar 19,07 persen pada 2025, tertinggi di antara sektor lainnya.
Selain menjadi kontributor terbesar, industri pengolahan juga menunjukkan tren pertumbuhan yang stabil dalam beberapa tahun terakhir. Lamhot menjelaskan, penguatan produk lokal akan menciptakan efek domino bagi perekonomian.
Peningkatan permintaan domestik mendorong produksi, yang berujung pada bertambahnya kebutuhan tenaga kerja. "Ini bukan sekadar substitusi impor, tetapi membangun ekosistem industri yang sehat dari hulu ke hilir,” katanya.
Pemerintah mencatat, sektor manufaktur telah menyerap sekitar 18,82 juta tenaga kerja hingga 2024. Menjadikannya salah satu penyerap tenaga kerja terbesar nasional.
Menurut Lamhot, angka tersebut berpotensi meningkat jika kebijakan afirmasi produk lokal dijalankan secara konsisten. Termasuk melalui belanja negara dan proyek strategis.
Ia juga menyoroti tingginya tekanan produk impor terhadap industri dalam negeri. Yang berdampak pada rendahnya utilisasi industri dan terbatasnya penyerapan tenaga kerja.
“Pasar domestik kita sangat besar. Jika tidak dijaga, justru dinikmati produk impor. Padahal, optimalisasi produk lokal akan memutar manfaat ekonomi di dalam negeri,” ujarnya.
Lamhot mendukung peningkatan penggunaan produk dalam negeri (P3DN) serta mendorong kementerian, lembaga, dan BUMN memprioritaskan belanja produk lokal. Kebijakan ini dinilai dapat memperkuat daya saing industri sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi di tengah ketidakpastian global.
Menurutnya, kepastian pasar domestik juga akan menarik investasi baru di sektor industri. “Investor masuk jika ada kepastian permintaan. Pasar domestik yang kuat akan mendorong ekspansi industri dan penyerapan tenaga kerja,” kata Lamhot.
Ia menekankan pentingnya integrasi antara industri besar dan industri kecil menengah (IKM) dalam rantai pasok nasional agar manfaat ekonomi lebih merata. Selain itu, peningkatan kualitas produk lokal dinilai dapat mendorong kinerja ekspor.
Industri pengolahan saat ini juga menjadi kontributor utama ekspor nasional dengan tren yang terus meningkat. Lamhot menegaskan, momentum kebangkitan industri harus dijaga melalui kebijakan yang konsisten dan berpihak pada produk dalam negeri.
“Industri harus menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi. Dan produk lokal adalah bahan bakarnya,” ujarnya.
Ia menambahkan, penguatan industri tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga stabilitas sosial melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan daya beli masyarakat.
Lamhot optimistis, sinergi antara pemerintah, DPR, dan pelaku industri mampu menjadikan produk lokal sebagai kekuatan utama menghadapi persaingan global. “Jika serius mengoptimalkan produk lokal, kita tidak hanya bicara pertumbuhan, tetapi juga kedaulatan ekonomi,” kata Lamhot.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....