Viral! Pacu Jalur Mendunia Berkat Aksi Aura Farming
- 11 Jul 2025 22:00 WIB
- Mataram
KBRN. Mataram: Aksi lincah bocah 11 tahun, Rayyan Arkan Dikha, menari di haluan perahu Pacu Jalur selama Festival di Kuantan Singingi, Riau, viral di TikTok dan Instagram, disebut netizen sebagai “aura farming.” Video sederhana tersebut ternyata memuat makna budaya yang dalam dan membawa tradisi abad ke‑17 ini meraih sorotan global .
Sejarah Pacu Jalur bermula dari abad ke‑17. Jalur, perahu kayu panjang satu ukiran, awalnya menjadi alat transportasi sekaligus simbol status sosial kerabat bangsawan. Dari kebutuhan mengangkut hasil bumi di Sungai Kuantan, tradisi ini berkembang menjadi lomba perahu adat dikaitkan dengan upacara panen dan perayaan agama, hingga di masa kolonial Belanda dijadikan ajang pesta rakyat besar. Saat ini, festival rutin digelar tiap Agustus untuk memperingati kemerdekaan RI .
Filosofi Pacu Jalur sarat nilai kebersamaan – gotong royong, sportivitas, dan rasa syukur kepada alam. Peran anak penari atau "tukang joki" di haluan mencerminkan semangat generasi muda untuk menuntun jalur mencapai kemenangan. Gerakannya tidak sembarangan: lambaian tangan simbol penghormatan dan sujud syukur mewakili rasa terima kasih atas keselamatan .
Momentum viral ini disebut “aura farming,” tren Gen Z untuk menonjolkan karisma natural. Media internasional menyorot saat klub sepakbola seperti PSG dan AC Milan menirukan gerakan Rayyan; bahkan selebritas dan atlet dunia seperti Travis Kelce dan Diego Luna turut mengadopsi tarian tersebut .
Masyarakat umum menyambut fenomena ini dengan bangga. Dikutip dari MetroTV. news, Kepala Dinas Pariwisata Riau, Roni Rakhmat, “Setiap individu di dalam jalur memiliki peran krusial, mencerminkan nilai‑nilai luhur masyarakat Melayu Riau” . Nurhayati, seorang penikmat konten media sosial, mengatakan, “Melihat Rayyan menari di atas kapal, saya merasa bangga budaya kita sekarang jadi diperhitungkan dunia.”
Dengan pengakuan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia sejak 2014 dan dorongan viral aura farming, Pacu Jalur kini punya peluang masuk UNESCO. Pemerintah daerah menyiapkan naskah akademik untuk pendataan UNESCO, berharap agar klaim budaya asing tak mengaburkan identitas asli Riau .
Fenomena ini bukan sekadar konten viral. Aura farming membawa Pacu Jalur sebagai diplomasi budaya, penguat identitas serta magnet wisata. Rayyan dan “energi anak haluan” membawa pesan kuat: budaya lokal bisa menjadi kekuatan global. Semoga momentum ini menjadi jalan panjang untuk pelestarian budaya, penguatan ekonomi lokal lewat wisata.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....