Menelisik Sejarah Pantai Dengan Tiga Sumur Air Tawar
- 31 Okt 2024 12:09 WIB
- Sabang
KBRN, Sabang : Pulau Weh atau Kota Sabang, yang dikenal sebagai titik nol kilometer Indonesia, menyimpan banyak pesona alam yang menakjubkan. Salah satu tempat yang wajib masuk dalam daftar kunjungan Anda adalah Pantai Sumur Tiga.
Pantai dengan Tiga Sumur Air Tawar di Sabang menyimpan daya tarik yang lebih dari sekadar pesona alamnya. Pantai ini memiliki keunikan langka yang menarik perhatian banyak wisatawan, yaitu tiga sumur air tawar yang terletak di dekat bibir pantai. Meski berada sangat dekat dengan laut, sumur-sumur ini tetap mengeluarkan air tawar yang bersih, suatu fenomena alam yang menambah keistimewaan pantai ini.
Salah satu warga asli Jurong Bahagia Gampong Ie Meule Kecamatan Sukajaya Marlina mengatkan, meskipun sumur yang ada tersebut sangat dekat dengan pantai, ajaibnya ketiga sumur tersebut memiliki air tawar, bukan air asin seperti umumnya di pantai. Ketiga sumur ini menjadi primadona pada masanya, di mana banyak penduduk setempat dan pengunjung yang datang untuk memanfaatkan airnya.
“Saat ini, sumur - sumur tersebut sudah tidak sering lagi digunakan oleh warga setempat, namun tetap menjadi saksi sejarah yang berharga. Biasanya digunakan itu kalau ada pengunjung saat selesai mandi laut, ingin membasuh dengan air tawar, maka digunakanlah air yang ada di sumur tersebut,” ujar marlina, Rabu (30/10/2024).
Sementara itu menurut ahli sejarah Sabang Jamin Seda, Pantai Sumur Tiga memiliki posisi yang strategis, tepat menghadap Selat Malaka. Berdasarkan sejarah, Sabang merupakan tempat persinggahan Jepang pertama kali di Indonesia. Jepang mendarat di Pulau Weh sekitar tanggal 11-12 Maret 1942, saat Perang Dunia II sedang berlangsung.
“Jadi dalam upaya mempersiapkan pertahanan menghadapi Perang Asia Pasifik, Jepang mulai membangun benteng-benteng pertahanan di seluruh pesisir pantai, termasuk di Pantai Sumur Tiga. Karena lokasinya yang strategis, Sabang digunakan sebagai wilayah pertahanan Jepang,” kata Jamin.
Meskipun saat ini banyak dari peninggalan tersebut yang sudah tidak utuh, pengunjung masih dapat melihat beberapa benteng peninggalan Jepang di sekitar pantai. Sisa-sisa benteng ini menjadi saksi bisu dari peristiwa bersejarah yang pernah terjadi di wilayah ini.
“Pantai Sumur Tiga adalah kombinasi yang sempurna antara keindahan alam dan sejarah. Banyak orang datang bukan hanya untuk bersantai di pantai, tetapi juga untuk melihat langsung sisa-sisa sejarah yang ada di sini,” tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....