Pandan Laut, Tumbuhan Pesisir yang Multiguna

  • 27 Okt 2024 15:05 WIB
  •  Mataram

KBRN, Mataram: Pandan laut atau Pandanus tectorius adalah tanaman yang biasa ditemukan di kawasan pesisir pantai Indonesia, dengan tinggi mencapai 3-7 meter. Tanaman ini bercabang dan terkadang memiliki duri pada batangnya. Akar tunjangnya tumbuh di sekitar pangkal batang, membantu memperkuat cengkeraman di tanah pantai yang berpasir. Bunganya berwarna merah keunguan, terletak di ujung batang, dan buahnya yang menyerupai nanas akan berubah menjadi kuning oranye ketika matang.

Menurut Baiq Fauziah, seorang Guru mata pelajaran Biologi di SMA 5 Kopang, pandan laut memiliki fungsi ekologi yang sangat penting. Tanaman ini membantu menahan abrasi pantai, mengurangi dampak pasang, serta berperan dalam mitigasi tsunami. “Pandan laut juga tahan terhadap kekeringan, angin kencang, dan garam,” jelasnya, Minggu (27/10/2024).

Selain itu, tanaman ini dapat tumbuh mulai dari pantai hingga daerah dataran tinggi sekitar 3.500 meter di atas permukaan laut, bahkan hingga ke lahan dengan kadar nutrisi rendah seperti rawa gambut dan padang rumput kering.

Dikutip dari Mangobay.co.id, publikasi ilmiah yang diterbitkan oleh Ikhsan Matondang dan Sri Endarti Rahayu berjudul "Germination Technique of Pandanus tectorius (Park.) Seeds," dijelaskan bahwa pandan laut memiliki manfaat yang beragam dan prospek yang cerah untuk dikembangkan. Sebagai anggota keluarga pandan-pandanan (Pandanaceae), marga Pandanus ini tercatat memiliki sekitar 700 spesies, dengan 16 jenis di antaranya ditemukan di Jawa.

Secara tradisional, pandan laut dimanfaatkan oleh berbagai budaya. Di Mikronesia, buahnya menjadi salah satu sumber makanan pokok karena kandungan gizi yang tinggi seperti karoten, karbohidrat, protein, lemak, dan serat. Akarnya digunakan sebagai bahan dinding rumah, gagang keranjang, dan tali. Batangnya dapat dijadikan bahan bangunan, sementara daun pandan yang lebar dimanfaatkan sebagai bahan anyaman untuk atap, tikar, topi, layar, dan keranjang.

Penggunaan pandan laut tidak hanya terbatas pada kebutuhan pangan dan bahan bangunan. Dalam pengobatan tradisional, masyarakat Kiribati memanfaatkan daun pandan untuk mengobati berbagai penyakit seperti masuk angin, hepatitis, disuria (susah buang air kecil), asma, maag, dan bahkan kanker. Di Hawaii, akar tunjang, bunga jantan, dan buah pandan laut juga digunakan dalam pengobatan tradisional.

Dalam buku tersebut juga diungkapkan Penelitian menunjukkan pandan laut mengandung senyawa fitokimia seperti steroid, fenol, isoflavon, sitosterol, vitamin C, germacrene-B, dan vanidine. Adanya metabolit sekunder pada buah dan daun pandan dapat dimanfaatkan sebagai bahan pengobatan. Bahkan, daun pandan dapat dimanfaatkan dalam industri serat.

Pandan laut tidak hanya penting sebagai penyangga ekosistem pantai, tetapi juga menambah keindahan dan bisa untuk berteduh saat pengunjung. Jadi kalau bermain di pantai, jangan merusak tumbuhan pandan laut yaa..

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....