Cerorot, Jajanan Tradisional Khas Lombok: Dari Keterpurukan hingga Tembus 1500 pcs per hari

  • 27 Mei 2024 11:39 WIB
  •  Mataram

KBRN Mataram: Artikel ini mengangkat kisah inspiratif tentang usaha jajanan tradisional Cerorot, sebuah UMKM yang berada di Lendang Bajur, Desa Gunungsari, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, NTB. Pemilik usaha, Halimatuzzohriah, mengalami tantangan saat usahanya mengalami kemerosotan sampai tutup usaha dampak dari pandemi COVID-19.

Namun, dengan bantuan pembiayaan dan pendampingan intensif dari Baznas Microfinance Desa (BMD), usaha Cerorot berhasil bangkit kembali. Sekarang, mereka mampu memenuhi pesanan hingga 1.500 pcs per hari, bahkan permintaan terus bertambah. Artikel ini juga menyoroti dampak positif usaha ini terhadap masyarakat sekitar, termasuk kesempatan kerja dan pembangunan komunitas.

Usaha jajanan tradisional Cerorot, yang berlokasi di Lendang Bajur, Desa Gunungsari, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat mengalami masa sulit saat pandemi COVID-19 melanda. Namun, pemilik usaha, Halimatuzzohriah, tidak menyerah. Dengan dukungan dari Baznas Microfinance Desa (BMD), mereka mendapatkan bantuan pembiayaan dan pendampingan intensif untuk mengembangkan kembali usahanya dan mencoba resep baru jajanan tradisional Cerorot.

Dalam waktu singkat, jajanan cerorot berhasil mencuri perhatian pasar dengan citarasa yang disukai oleh pelanggan. Permintaan pun melonjak, dan usaha ini mampu memenuhi pesanan hingga 1.500 pcs per hari. Bahkan, permintaan terus bertambah dan belum sepenuhnya terpenuhi.

Keberhasilan jajanan Cerorot juga memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Usaha ini melibatkan masyarakat sekitar dalam pembuatan longkeng Cerorot, memberikan kesempatan kerja dan penghasilan tambahan bagi mereka. Selain itu, dengan berkembangnya usaha ini juga mengantarkan anak dari Halimatuzzohriah untuk menjadi soswa berprestasi sebagai perwakilan SMK di NTB dalam program pembuatan komik edukasi.

Pembiayaan dan pembinaan intensif yang diberikan oleh BMD juga berdampak positif. Disamping pembiayaan dan pendampingan usaha halimatuzzohrah juga mendapatkan fasilitasi pembuatan NIB (Nomor Induk Berusaha) dan sertifikat halal, yang memberikan kepercayaan kepada pelanggan dan jaminan berusaha legal.
Usaha jajanan Cerorot bukan hanya sekadar bisnis, tetapi juga menjadi pendorong pembangunan komunitas.

Dengan melibatkan masyarakat sekitar, usaha ini menciptakan lapangan kerja dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas. Suami dari Halimatuzzohriah, yang sebelumnya bekerja di travel, kini juga terlibat sebagai pekerja di pembuatan jajanan Cerorot ini.

Kisah sukses jajanan tradisional Cerorot menginspirasi kita untuk tidak menyerah dalam menghadapi tantangan. Dengan keberanian, inovasi, dan dukungan yang tepat, UMKM seperti jajanan tradisional Cerorot dapat bangkit kembali dan memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Semoga kisah sukses ini memotivasi UMKM lainnya untuk terus berinovasi, berkolaborasi, dan berkontribusi dalam membangun perekonomian lokal yang kuat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....