Manisan Belimbing Wuluh, Bahan Gratisan Untung Menjanjikan

  • 19 Mei 2024 03:07 WIB
  •  Sabang

KBRN, Sabang : Siapa yang tidak kenal belimbing wuluh? salah satu jenis buah yang sering digunakan ketika memasak, untuk menambah cita rasa asam alami yang diperoleh dari buah tersebut. Masyarakat Aceh biasanya mengolah buah ini menjadi asam sunti, salah satu jenis bumbu dapur yang dicampurkan dengan garam lalu dijemur hingga kering dan disimpan dalam waktu lama, kemudian digunakan untuk memasak aneka jenis makanan khas Aceh.

Buah yang tidak laku dijual dan sering kita jumpai dipekarangan rumah ini, dimanfaatkan oleh Nur Azmi, seorang ibu rumah tangga yang mencoba mengolah buah gratisan ini menjadi olahan yang tak biasa dengan untung yang menjanjikan, olahan tersebut adalah sirup dan manisan belimbing. Ami sapaan akrab ibu 3 anak ini, menceritakan awal mula pengolahan asam belimbing dari pelatihan yang pernah diikutinya tahun lalu, kemudian ia mencoba untuk mengembangkan ilmunya dengan menjalankan usaha rumah tangga “Dapu Berkah” miliknya di Jurong Baypass Desa Cot Ba’u Kecamatan Sukajaya Kota Sabang.

“Produksi ini mudah, bahan bakunya gak payah beli, karena belimbing disini banyak. Usahanya menguntungkan dan bisa meningkatkan ekonomi rumah tangga. Modal awal membuka usaha ini untuk 1kg belimbing cukup Rp 30ribu, bisa dapat untung Rp 50ribu. Saya berencana sirup dan manisan belimbing ini bisa menjadi usaha masa depan dan akan terus saya kembangkan” ungkapnya, Sabtu (18/05/2024).

Menurut Ami, pengolahan manisan dan sirup belimbing membutuhkan waktu 3 hingga 4 hari. Tahap awalnya adalah mencampurkan gula pasir dengan belimbing, lalu diaduk merata dan diendapkan selama 1 malam. Keesokan harinya, air gula dari hasil endapan dimasak hingga mendidih lalu masukkan belimbing kedalamnya kemudian diperam kembali, hal ini dilakukan selama 3 hari hingga manisan tersebut siap diproduksi. Keuntungan pengolahan asam belimbing ini dapat menghasilkan 2 produk dari sekali produksi, yaitu belimbing menjadi manisan dan air endapannya menjadi sirup.

“Buah ini memang mudah kita peroleh, untuk bahannya cuma belimbing dan gula pasir. Perbandingannya 1:1, 1kg belimbing untuk 1kg gula. Tapi kita terkendala di harga gula pasirnya yang mahal, sekilo gula Rp 19ribu. Karena kita membuat manisan dan sirup ini kan pakai gula tanpa pengawet, biar rasanya seimbang antar rasa asam dan manis” tambahnya.

Ami menjelaskan, Ia menjual manisan belimbing dengan harga Rp 10ribu/kemasan. Sedangkan sirup belimbing dijual dengan harga Rp 15ribu hingga Rp 25ribu/botol. Usaha ini selain memberi keuntungan untuk ekonomi rumah tangga, banyak khasiat yang diperoleh dari manisan belimbing, diantaranya dapat mengurangi kolestrol dan hipertensi, mengatasi masalah lambung, diabetes dan segudang manfaat lainnya.

Selama ini ia menjual produknya melalui online dan offline. Selain menjual di warung dan toko diseputaran kota Sabang, Ami juga mengirimkan produk olahannya ke luar Aceh. Seperti Jambi, Pekanbaru, Pasaman Barat, Batam hingga Bogor.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....