UMKM Ubi Cilembu “SPC” Mendunia, Angkat Ekonomi Lokal

  • 23 Jan 2026 19:43 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Dari sebuah desa di Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, lahir sebuah kisah inspiratif tentang anak muda yang berhasil membawa produk lokal ke panggung internasional. Muhammad Alfarizi (29), menjadi sosok di balik UMKM Snack Pangeran Cilembu (SPC), yang kini dikenal luas hingga mancanegara berkat keunikan rasa ubi Cilembu madu.

Alfarizi memulai usahanya tiga tahun lalu dengan melihat potensi besar yang dimiliki daerahnya. “Setiap warga punya lahan, dan itu bisa dikembangkan untuk bertahan hidup. Alhamdulillah, dengan adanya digital sekarang, usaha ini bisa berkembang lebih cepat,” ujarnya, Jumat 23 Januari 2026. Ubi Cilembu yang khas dengan rasa manis alami dari “madunya” menjadi daya tarik utama yang membedakan dari jenis ubi lainnya.

Keunikan rasa tersebut membuat produk ini diminati tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di luar negeri. Alfarizi mengaku sudah mengirim produk ke Singapura, Malaysia, hingga Jepang dan Korea. “Hampir tiap pagi di sana sarapannya diganti dengan ubi Cilembu. Variasinya pun banyak, bisa diolah jadi camilan modern,” katanya.

Lewat platform digital seperti Shopee dan TikTok, Snack Pangeran Cilembu merambah pasar nasional dari Sabang sampai Merauke. Omsetnya pun mencengangkan, mencapai Rp300 juta per bulan dengan produksi hingga 4 ton ubi. Usaha ini melibatkan 15 pekerja tetap di gudang, serta 20–30 orang tambahan saat panen. “Alhamdulillah, warga sekitar yang tadinya menganggur kini bisa punya penghasilan,” ungkapnya.

Selain ubi madu khas Cilembu, Alfarizi juga mengembangkan varian ubi ungu dari daerah subur seperti Rancakalong. Hal ini dilakukan untuk memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat. “Kalau hanya mengandalkan Cilembu saja tidak akan cukup. Tapi tetap, yang paling populer adalah ubi madu Cilembu,” jelasnya.

Lebih dari sekadar bisnis, UMKM ini menjadi motor penggerak ekonomi lokal. Alfarizi menekankan pentingnya peran anak muda dalam menggerakkan usaha. “Kalau bukan kita yang gerak, siapa lagi? Tadinya pertanian ubi Cilembu sempat menurun, sekarang bisa bangkit lagi,” katanya. Filosofi nama Snack Pangeran Cilembu pun diambil dari sejarah lokal Kadas Pangeran, sebagai simbol perjuangan dan doa untuk mengangkat derajat daerah.

Meski sudah mendunia, Alfarizi tetap menekankan konsistensi dan kualitas sebagai kunci sukses. “Intinya usaha itu harus konsisten, fokus, dan telaten. Tantangan pasti ada, tapi yang penting kualitas kita diutamakan,” tegasnya. Kini, siapa pun bisa memesan produk Snack Pangeran Cilembu dengan mudah melalui e-commerce, tanpa harus datang langsung ke Sumedang.

Dengan semangat otodidak dan keberanian memanfaatkan teknologi digital, Alfarizi membuktikan bahwa produk lokal bisa bersaing di pasar global. Ubi Cilembu bukan lagi sekadar pangan tradisional, melainkan ikon ekonomi kreatif Jawa Barat yang mendunia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....