Melek Digital, Pelaku Usaha Dibekali Strategi Gaet Pelanggan
- 03 Des 2025 19:09 WIB
- Semarang
KBRN, Semarang: Strategi menggaet pelanggan menjadi fokus utama pelatihan melek digital bagi ratusan pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) dan Industri Kecil Menengah (IKM) Jawa Tengah. Kegiatan yang digelar Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jateng bersama Diskominfo Jateng ini digelar di Gedung Merah Putih, Rabu (3/12/2025) dengan menghadirkan materi pemasaran digital yang aplikatif.
Ketua Dekranasda Jateng Nawal Arafah Yasin menyebut, untuk mengaet pelanggan, tiga kunci penting yang harus dikuasai pelaku UMKM. Pertama adalah mengelola traffic, yakni memastikan konten kreatif yang mampu menarik dan memperluas jangkauan audiens.
"Kedua, konversi, ini bagaimana copywriting, membuat iklan, dan teknik closing. Bukan hanya melihat saja, melainkan konsumen juga beli," kata Ketua TP PKK Jateng ini.
Kunci ketiga adalah relationship, yakni kemampuan menjaga hubungan jangka panjang agar konsumen kembali melakukan pembelian. Nawal menegaskan, loyalitas pelanggan menjadi modal penting untuk pertumbuhan usaha.
Nawal menegaskan, dunia usaha kini menuntut pelaku UMKM memahami strategi digital untuk menjangkau pasar lebih luas. Jawa Tengah memiliki potensi produk besar, sehingga adaptasi pemasaran digital menjadi kebutuhan mendesak.
BPS mencatat, UMKM Jateng–DIY mencapai 996.951 usaha atau 22,15 persen UMKM nasional, yang menunjukkan besarnya peluang bila strategi digital dioptimalkan. Nawal menilai pelatihan ini menjadi solusi agar pelaku usaha tidak hanya mengandalkan cara pemasaran konvensional.
Dekranasda Jateng juga memfasilitasi pemasaran produk agar UMKM bisa naik kelas dan bersaing dengan produk internasional. Ia menekankan pemasaran digital menawarkan biaya lebih murah dengan jangkauan lebih luas bagi pelaku usaha.
Sementara, Pelaksana Tugas(Plt.) Sekretaris Diskominfo Jateng, Moch Faizin menyebut pelatihan ini memberi pemahaman praktis terkait digital marketing. Ia menegaskan pelaku usaha yang bertahan pada pola lama akan tertinggal dari dinamika pasar saat ini.
"Besar harapan kami pelatihan ini dapat memberikan manfaat bagi para UKM dan IKM. Dapat memaksimalkan pemanfaatan teknologi melalui gadget atau media sosial, dalam melakukan pemasaran produk secara digital," kata Faizin.
Peserta juga diberikan praktik penggunaan media sosial seperti Instagram dan TikTok sebagai media pemasaran efektif. Faizin berharap peserta mampu memaksimalkan gadget dan platform digital untuk memperkuat daya saing produk lokal.
Peserta asal Semarang, Fika Dwi Hanani, mengaku materi yang diperoleh sangat relevan dengan perkembangan usaha kuliner yang ia rintis. Ia berharap kemampuan digital marketing dapat memperluas promosi dan meningkatkan pesanan secara konsisten.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....