Digitalisasi Pengadaan Buka Peluang Lebih Besar bagi UMKK di Salatiga
- 05 Agt 2026 15:48 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Salatiga – Transformasi digital dalam sistem pengadaan barang dan jasa dinilai membuka peluang yang lebih luas bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Koperasi (UMKK) untuk terlibat dalam proyek pemerintah. Melalui penerapan Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) Versi 5, Pemerintah Kota Salatiga ingin memastikan pelaku usaha lokal semakin mudah mengakses pasar pengadaan secara transparan dan kompetitif.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui Sosialisasi dan Simulasi SPSE Versi 5 yang digelar Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kota Salatiga di Ruang Kaloka, Gedung Setda Kota Salatiga, Selasa, 4 Agustus 2026. Kegiatan ini diikuti para pelaku pengadaan serta pelaku UMKK sebagai bagian dari persiapan implementasi sistem pengadaan digital terbaru.
Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan mengatakan transformasi sistem pengadaan merupakan langkah yang tidak bisa dihindari di tengah perkembangan teknologi dan regulasi nasional. Oleh karena itu, aparatur pemerintah maupun pelaku usaha perlu mempersiapkan diri agar mampu beradaptasi dengan sistem yang baru.
"Transformasi pengadaan barang dan jasa merupakan sebuah keniscayaan. Harus disambut dengan kesiapan penuh, baik oleh aparatur maupun pelaku usaha di Kota Salatiga," ujarnya.
Menurut Robby, penerapan SPSE Versi 5 yang terintegrasi dengan Akun Inaproc tidak hanya bertujuan meningkatkan efisiensi dan transparansi pengadaan. Sistem tersebut juga diharapkan memperluas kesempatan bagi UMKK dan penyedia lokal untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan daerah.
Ia menambahkan, penggunaan Produk Dalam Negeri (PDN) dan optimalisasi mekanisme e-purchasing menjadi bagian penting dalam penguatan ekonomi lokal. Dengan semakin banyak pelaku usaha daerah yang terlibat dalam pengadaan pemerintah, manfaat pembangunan diharapkan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Sementara itu, Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kota Salatiga, Junirispinuddin Serunting menjelaskan, kegiatan ini tidak hanya berupa sosialisasi, tetapi juga pendampingan teknis bagi peserta. Para pelaku usaha dan pejabat pengadaan dibimbing untuk mengaktifkan akun SPSE Versi 5 sekaligus memahami tata cara penggunaannya.
Pemkot Salatiga optimistis implementasi SPSE Versi 5 akan mempercepat proses pengadaan barang dan jasa sekaligus memangkas birokrasi yang selama ini menjadi tantangan. Di sisi lain, sistem tersebut diharapkan semakin membuka akses bagi UMKK lokal untuk berkembang dan menjadi bagian dari ekosistem pengadaan pemerintah yang lebih modern, efisien, dan akuntabel. (Eka)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....