EMCL Dampingi Warga Plumpang Olah Kotoran Hewan Menjadi Pupuk Organik
- 12 Sep 2026 12:31 WIB
- Tuban
RRI.CO.ID, Tuban - Aroma menyengat dari tumpukan kotoran sapi dan kambing yang tadinya hanya mengganggu warga Desa Trutup, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban, kini disulap menjadi sumber berkah bagi mereka. Melalui Balai Produksi Bokashi, para petani di sekitar jalur pipa minyak Banyu Urip mengolah limbah peternakan tersebut menjadi pupuk organik bernutrisi tinggi sebagai solusi di tengah mahalnya harga pupuk kimia.
Hasil dari inisiatif ini dirasakan langsung oleh Saedi bersama puluhan petani lainnya. Ketergantungan mereka terhadap pupuk kimia berangsur-angsur menurun berkat kehadiran pupuk Bokashi yang ramah di kantong sekaligus ramah lingkungan.
"Kalau ini bisa kami terapkan di lahan kami, maka produksi pertanian juga bisa meningkat. Selain itu, biaya pupuk juga lebih ringan," ujar Saedi, Jumat 11 September 2026.
Program pengolahan kotoran hewan (kohe) ini melibatkan 25 petani perwakilan dari empat kecamatan, yakni Palang, Rengel, Plumpang, dan Soko. Efek dari program ini pun tidak hanya dirasakan pada sektor pertanian, melainkan juga kebersihan lingkungan.
Kepala Desa Trutup, Slamet Widodo, mengungkapkan bahwa lingkungan di sekitar kandang yang sebelumnya kotor dan menjadi sarang lalat kini jauh lebih bersih dan tertata. Bau menyengat berkurang drastis karena limbah langsung terserap sebagai bahan baku pupuk.
“Lingkungan desa kami juga terasa lebih segar, sejak progam ini diterapkan. Secara otomatis juga bisa meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan masyarakat,” kata Slamet.
Selain menyehatkan lingkungan dan memulihkan struktur tanah pertanian yang sempat rusak akibat pupuk anorganik, program ini turut membuka peluang ekonomi baru bagi warga. Mulai dari pengumpulan bahan baku, proses fermentasi, pengemasan, hingga distribusi.
"Dari progam ini kami bekerja bersama, sehingga bisa menjadi ladang penghasilan masyarakat, untuk tambahan biaya hidup sehari-hari. Dan yang paling penting, ketersediaan pupuk juga terus terjaga," ujarnya.
Keberhasilan ini merupakan bagian dari Program Pertanian Berkelanjutan dan Aman yang diinisiasi oleh ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama SKK Migas, dengan menggandeng Yayasan Elsal Indonesia untuk pendampingan rutin. Perwakilan EMCL, Joni Wicaksono, memberikan apresiasinya atas kolaborasi yang terjalin antara petani dan pihak perusahaan dalam menjaga keamanan objek vital nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.
“Kami mengapresiasi dukungan para petani sekitar jalur pipa. Mereka hebat!,” ucap Joni.
Dukungan konkret juga datang dari Pemerintah Desa Trutup yang memfasilitasi pengurugan lahan balai hingga penyediaan mesin pencacah dan genset diesel. Sinergi ini membuahkan hasil nyata berupa produksi 1,2 ton pupuk Bokashi siap pakai dari total 1,6 ton bahan baku yang diolah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....