EMCL Ajak Masyarakat Tuban Jaga Jalur Pipa Demi Keamanan Industri dan Pertanian

  • 04 Jul 2026 11:22 WIB
  •  Tuban

‎RRI.CO.ID, Tuban – ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) menegaskan bahwa pemahaman masyarakat mengenai batas kedalaman galian serta larangan mendirikan bangunan di atas jalur pipa migas merupakan langkah mutlak untuk mencegah insiden fatal sekaligus menjaga distribusi energi nasional. Perwakilan EMCL, Rifqi Romadhon, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan sosialisasi bersama Yayasan ELSAL ini bertujuan untuk menyelaraskan protokol keamanan industri dengan aktivitas pertanian warga di sepanjang koridor pipa sepanjang 72 kilometer.

‎‎Rifqi juga memaparkan pentingnya pengawasan partisipatif dari masyarakat setempat. Ia menegaskan bahwa pemahaman mendalam mengenai batas kedalaman galian dan larangan mendirikan bangunan di atas jalur pipa hulu migas merupakan langkah mutlak untuk mencegah insiden fatal yang dapat mengganggu distribusi energi nasional.

‎‎"Ini juga sebagai bentuk nyata kepedulian EMCL, yang tidak hanya berfokus pada keamanan operasi, tetapi juga aktif menjalankan program pengembangan masyarakat (PPM) bagi para petani," ujarnya, Sabtu l, 4 Juli 2026.

‎‎Diketahui, Yayasan ELSAL Indonesia, sebagai mitra EMCL, juga telah mengimplementasikan berbagai program unggulan. Seperti, edukasi keselamatan rutin, pelatihan pembuatan pestisida nabati bersama BUM Desa dan Gapoktan, hingga pembangunan balai produksi pupuk organik ramah lingkungan.

‎‎Dampak positif dari program pendampingan pun mendapat apresiasi dari Camat Plumpang, Saefiyudin. Ia mencontohkan keberhasilan Desa Trutup dalam menciptakan kemandirian sosial, di mana hasil dari dukungan berkelanjutan EMCL mampu digunakan untuk membiayai iuran BPJS Kesehatan bagi seluruh warganya.

‎‎Menurutnya, capaian ini membuktikan bahwa program EMCL telah memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat. "Peningkatan kapasitas tata kelola desa melalui program PPM ini juga memicu efektivitas pelayanan publik di tingkat desa," katanya.

‎‎Sementara itu, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana DKP2P Kabupaten Tuban, Ulfa Mei Sayekti, menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor ini krusial untuk menyamakan persepsi dalam mengelola lahan di sekitar area pipa agar tetap aman sekaligus produktif. "Ini menjadi penting, agar masyarakat kita paham terkait pentingnya penjagaan pipa minyak untuk meminimalisir hal yang tidak diinginkan," ucapnya.

‎‎Hal ini menunjukkan bahwa sinergi antara perusahaan dan pemerintah daerah tidak hanya berdampak pada aspek fisik atau keamanan saja, melainkan juga menyentuh aspek kesejahteraan sosial masyarakat secara luas. ‎Mereka juga sepakat untuk menjaga komunikasi sebagai langkah mitigasi jika nantinya terdapat proyek pembangunan infrastruktur dari pihak eksternal, seperti PLN atau Perhutani, yang bersinggungan dengan jalur pipa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....