Parkir QRIS Segera Diterapkan di Lamongan, PAD Ditargetkan Meningkat
- 31 Jul 2026 14:34 WIB
- Tuban
RRI.CO.ID, Lamongan - Pemerintah Kabupaten Lamongan mulai memperkuat digitalisasi pengelolaan retribusi parkir melalui penerapan pembayaran non tunai menggunakan QRIS. Program tersebut merupakan hasil kerja sama Pemkab Lamongan melalui Dinas Perhubungan (Dishub) dengan Bank Jatim.
Kerja sama ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman di Guest House Pendopo Lokatantra, Jumat, 31 Juli 2026 sebagai bentuk komitmen menghadirkan layanan parkir yang lebih transparan, akuntabel, dan mudah bagi masyarakat. Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, mengatakan penerapan pembayaran parkir secara digital diharapkan mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), sekaligus meminimalkan potensi kebocoran retribusi.
Menurutnya, seluruh transaksi yang dilakukan secara digital akan tercatat dengan lebih akurat sehingga memudahkan pemerintah dalam melakukan pengawasan dan evaluasi. "Melalui digitalisasi ini, kami berharap pendapatan daerah, khususnya PAD dari sektor retribusi parkir, akan semakin meningkat. Sistem pembayaran menjadi lebih akurat, lebih akuntabel, dan tentunya memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat," ujarnya.
Ia menjelaskan, digitalisasi parkir menjadi bagian dari komitmen Pemkab Lamongan dalam memperluas elektronisasi transaksi pemerintah daerah. Sebelumnya, pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) secara elektronik juga telah diterapkan.
"Kemarin kita sudah mencanangkan pembayaran PBB secara elektronik dan hasilnya cukup baik. Potensi kecurangan di tingkat bawah dapat diminimalkan. Kami berharap pembayaran parkir melalui QRIS juga akan memberikan hasil yang sama, bahkan lebih optimal," katanya.
Sementara itu, Kepala Dishub Lamongan, Dianto, mengatakan penerapan pembayaran parkir QRIS akan dilakukan secara bertahap di seluruh lokasi parkir tepi jalan umum yang menjadi kewenangan Dishub. Pada tahap awal, terdapat sekitar 43 titik parkir yang menjadi sasaran penerapan sistem tersebut. Lokasi tersebut tersebar di Kecamatan Lamongan dan Kecamatan Babat, yang dinilai memiliki aktivitas parkir cukup tinggi.
Dianto mengatakan, digitalisasi tidak hanya bertujuan memberikan kemudahan kepada masyarakat, tetapi juga memperbaiki tata kelola retribusi parkir. "Transformasi ini dilakukan untuk menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus melindungi petugas parkir dari potensi penyalahgunaan dalam pengelolaan retribusi. Dengan sistem digital, seluruh transaksi akan tercatat sehingga pengawasan menjadi lebih mudah," ujarnya.
Dianto mengakui, penerapan sistem pembayaran non tunai membutuhkan proses adaptasi. Karena itu, Dishub bersama pihak terkait akan melakukan sosialisasi dan pendampingan kepada petugas parkir maupun masyarakat.
"Perubahan budaya kerja memang membutuhkan penyesuaian. Namun kami yakin seluruh petugas siap mendukung program ini karena merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik," tuturnya.
Dukungan terhadap program tersebut juga disampaikan Kepala Bank Jatim Cabang Lamongan, Bondan Seno Aji. Ia mengatakan QRIS memberikan kemudahan, kecepatan, dan keamanan dalam transaksi pembayaran parkir.
"Pembayaran non tunai ini memberikan layanan yang cepat, mudah, dan akurat. Dari sisi pengelolaan retribusi juga jauh lebih baik karena seluruh transaksi dapat dimonitor dan dievaluasi secara real time," ujarnya.
Bondan menjelaskan, setiap transaksi pembayaran parkir melalui QRIS akan tercatat secara otomatis dan notifikasi transaksi dapat dipantau. Dana penerimaan juga langsung masuk ke rekening milik Dinas Perhubungan Kabupaten Lamongan.
Dengan mekanisme tersebut, pencatatan penerimaan retribusi diharapkan menjadi lebih transparan sekaligus memudahkan proses pengawasan. Sebelum diterapkan secara penuh, Dishub Lamongan bersama Bank Jatim akan melakukan sosialisasi dan pembinaan kepada petugas parkir serta masyarakat.
Peluncuran resmi atau grand launching pembayaran parkir digital menggunakan QRIS dijadwalkan pada 10 Agustus. Penerapan ini menjadi salah satu langkah Pemkab Lamongan dalam memperluas transformasi digital sekaligus mengoptimalkan penerimaan daerah dari sektor retribusi parkir.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....