Bupati Lamongan Dorong KORPRI Sukseskan 15 Program Prioritas Daerah

  • 17 Sep 2026 19:13 WIB
  •  Tuban

RRI.CO.ID, Lamongan – Bupati Lamongan Yuhronur Efendi meminta seluruh insan KORPRI di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lamongan turut berkontribusi menyukseskan 15 program prioritas pembangunan daerah. Pesan tersebut disampaikan saat menjadi pembina Apel KORPRI di Halaman Pemkab Lamongan, Kamis 17 September 2026.

Yuhronur menegaskan, keberhasilan program prioritas daerah tidak hanya menjadi tanggung jawab pimpinan daerah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh aparatur pemerintah sesuai tugas dan fungsi masing-masing.

Menurutnya, 15 program prioritas Lamongan harus menjadi bagian penting dalam pelaksanaan tugas pemerintahan, mulai dari pelayanan publik, pembangunan hingga pemberdayaan masyarakat. “Dengan menyukseskan 15 program ini, dengan sendirinya kita akan menyukseskan tugas kita di pemerintahan. Karena tugas pemerintah daerah adalah melaksanakan pelayanan publik, pembangunan, dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Pak Yes sapaan akrabnyna juga menyinggung target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Lamongan tahun 2026 yang dipatok mencapai Rp1 triliun. Ia menegaskan peningkatan target tersebut bukan dimaksudkan untuk menambah beban masyarakat.

“Target PAD Rp1 triliun, menaikkan target PAD ini bukan berarti menaikkan beban masyarakat, tapi adalah optimalisasi pendapatan yang belum optimal,” katanya.

Yuhronur menjelaskan, masih terdapat sejumlah potensi pendapatan daerah yang dinilai belum tergali dan terserap secara optimal. Karena itu, ia meminta seluruh jajaran pemerintah daerah memiliki semangat yang sama dalam mengoptimalkan sumber-sumber pendapatan yang menjadi hak daerah.

“Semua ini menjadi spirit dan semangat bersama, karena PAD menjadi sumber kita bersama di tengah desentralisasi desa yang tidak baik-baik saja. Mari terus bertumbuh, terus berdaya, dan berdinamika,” tuturnya.

Di sisi lain, Yuhronur mengingatkan aparatur pemerintah untuk terus beradaptasi dengan perubahan kebutuhan masyarakat. Menurutnya, pelayanan publik harus dibuat lebih sederhana, mudah diakses, dan manfaatnya dapat benar-benar dirasakan masyarakat.

“Masyarakat semakin berubah, tuntutan masyarakat juga berubah. Untuk itu kita juga harus merubah cara kita dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, lebih simpel, lebih mudah, lebih bisa diterima dan lebih bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” jelasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....