Kasus PMK di Tuban Terkendali, Masyarakat Diberikan Tips Pemilihan Hewan Kurban
- 20 Mei 2026 15:15 WIB
- Tuban
RRI.CO.ID, Tuban – Kondisi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak di wilayah Kabupaten Tuban menjelang Hari Raya Iduladha dipastikan berada dalam kondisi yang terkendali. Pemerintah daerah mengatakan bahwa indikator terkendali ini ditandai dengan nihilnya laporan kasus sakit baru di lapangan.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Medik Veteriner Ahli Muda, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP2P) Kabupaten Tuban, Elisabeth Septi Kusumaningtyas. Meski situasi dinilai aman, ia tetap mengimbau masyarakat untuk senantiasa selektif dan waspada dalam memilih hewan kurban demi menjamin kesehatan dan keselamatan sebelum dikonsumsi.
"Menjelang Iduladha, PMK di Tuban saat ini dalam kondisi terkendali, yang artinya sudah tidak ada lagi laporan ternak yang sakit. Namun, dalam pembelian hewan kurban, masyarakat harus tetap selektif. Kita harus memastikan bahwa ternak yang dibeli benar-benar dalam kondisi sehat prima," ujarnya, Rabu, 20 Mei 2026.
Berdasarkan data per tanggal 18 Mei, total akumulasi kasus PMK di Kabupaten Tuban tercatat sebanyak 177 kasus. Dari jumlah tersebut, tingkat kesembuhan menunjukkan angka yang cukup signifikan, yakni sebanyak 159 ekor dinyatakan sembuh.
Sementara itu, kasus kematian tercatat sebanyak 15 ekor, dan tindakan pemusnahan (depopulasi) dilakukan pada 3 ekor ternak guna mencegah penularan lebih lanjut. "Jumlahnya memang cukup banyak, tapi kesembuhannya juga cukup banyak. Sehingga sampai hari ini sudah tidak ada laporan hewan sakit," katanya.
Sebagai langkah preventif, Elisabeth membagikan tips khusus bagi masyarakat untuk mengenali hewan kurban yang sehat dan memenuhi syariat Islam. Mulai dari perilaku hewan, kesehatan fisik, sistem pencernaan, dan kesehatan rongga mulut.
Ternak harus menunjukkan tingkah laku yang normal, aktif, dan responsif saat berinteraksi dengan kelompoknya. Hindari memilih ternak yang tampak lesu, loyo, atau menyendiri. Kemudian, ternak juga tidak pincang, wajah dan tatapan mata cerah (tidak sayu).
Selain itu, kondisi bulu harus halus, licin/mengkilap, tidak kusam, serta tidak berdiri. Pastikan kotoran (feses) ternak dalam kondisi normal, tidak mengalami diare (mencret), dan tidak pula terlalu keras. Selanjutnya, saat melakukan pemeriksaan pada rongga mulut, pastikan tidak menemukan adanya lesi, sariawan, atau luka lepuh. Selaput lendir mulut juga harus berwarna merah muda sehat.
Ia juga memberikan tips dalam pemilihan hewan yang cukup umur melalui pengecekan kondisi gigi. Metode yang paling akurat di lapangan untuk mengetahui usia ternak di luar catatan kelahiran adalah melalui pemeriksaan struktur gigi.
"Masyarakat dapat melihat fase pergantian gigi susu ke gigi tetap. Gigi tetap memiliki karakteristik visual yang khas, yaitu ukurannya jauh lebih besar, lebih tinggi, dan warnanya cenderung agak kekuningan atau putih tulang, berbeda dengan gigi susu yang berukuran kecil dan berwarna putih susu," katanya.
Melalui informasi ini, ia berharap agar masyarakat Kabupaten Tuban dapat memilih hewan kurban dengan tenang, khidmat, dan aman, dengan tetap mengutamakan prinsip kesejahteraan hewan serta keamanan pangan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....