Isu Krisis BBM, Ahmad Labib : Pemerintah Jajaki Beberapa Opsi

  • 09 Mar 2026 15:44 WIB
  •  Tuban

RRI.CO.ID, Lamongan - Anggota DPR RI Ahmad Labib menanggapi isu kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang beredar di masyarakat. Ia memastikan hingga saat ini belum menerima laporan adanya kelangkaan BBM secara spesifik di Lamongan.

Meski demikian, Labib mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi dampak konflik Iran–Israel yang dapat mempengaruhi distribusi energi global. Menurutnya, sekitar 19 persen impor minyak Indonesia melewati Selat Hormuz yang menjadi jalur strategis perdagangan minyak dunia.

“Secara spesifik saya belum mendapatkan laporan kelangkaan BBM di Lamongan. Namun kita tetap perlu waspada karena sekitar 19 persen impor minyak kita melewati Selat Hormuz,” ujarnya, Senin 9 Maret 2026.

Ia menjelaskan pemerintah saat ini tengah melakukan berbagai langkah antisipasi. Salah satunya dengan melakukan komunikasi dan negosiasi dengan pemerintah Iran agar kapal-kapal pengangkut minyak Indonesia yang melewati Selat Hormuz tidak mengalami hambatan.

Selain itu, pemerintah juga mulai melakukan diversifikasi sumber impor BBM agar tidak terlalu bergantung pada kawasan Timur Tengah.

“Pemerintah juga sedang menjajaki sumber impor dari negara lain di luar Timur Tengah. Salah satu alternatifnya dari Amerika Serikat. Ini bagian dari upaya agar kita tidak terlalu bergantung pada satu sumber saja,” jelasnya.

Labib menambahkan, pemerintah juga tengah mengevaluasi penggunaan BBM di dalam negeri agar lebih efisien, khususnya pada penggunaan BBM subsidi yang dinilai masih banyak digunakan secara tidak tepat sasaran.

Pemerintah terus berupaya meningkatkan produksi minyak dalam negeri untuk mencapai target swasembada energi melalui peningkatan lifting minyak nasional.

Terkait ketersediaan BBM menjelang Hari Raya, Labib memastikan pasokan masih dalam kondisi aman sehingga masyarakat tidak perlu khawatir.

“Untuk sampai Hari Raya dipastikan pasokan kita masih aman. Jadi masyarakat tidak perlu panik atau melakukan panic buying,” tuturnya.

Ia juga menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada rencana pemerintah untuk menaikkan harga BBM dalam waktu dekat, khususnya untuk BBM bersubsidi.

“Kalau harga internasional memang ada koreksi, tapi sejauh ini saya belum mendengar ada rencana evaluasi harga BBM dalam waktu dekat, terutama yang non-subsidi,” katanya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....