Bupati Lamongan Samakan Persepsi Hadapi Perubahan Pola Kerja
- 08 Apr 2026 13:26 WIB
- Tuban
RRI.CO.ID, Lamongan - Pemerintah Kabupaten Lamongan terus memperkuat konsistensi kinerja di tengah dinamika global dan perubahan tata kelola pemerintahan. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Leaders Brief yang dipimpin langsung oleh Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi bersama seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan camat melalui Zoom, dari Ruang Command Center Gedung Pemkab Lamongan, Rabu 8 April 2026.
Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menyamakan persepsi seluruh jajaran perangkat daerah dalam menghadapi perubahan pola kerja sekaligus menjawab tantangan pembangunan ke depan. Agenda ini juga merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi sebelumnya terkait kesiapan menghadapi musim kemarau.
Dalam arahannya, Bupati yang akrab disapa Pak Yes menegaskan pentingnya transformasi budaya kerja sebagai kunci menjaga performa pemerintahan. Menurutnya, penerapan sistem kerja seperti work from home (WFH), work from office (WFO), hingga penyesuaian jam kerja harus mampu meningkatkan efisiensi tanpa mengurangi produktivitas.
“Perubahan pola kerja harus diimbangi dengan peningkatan kinerja. Efisiensi, termasuk pengurangan penggunaan energi seperti BBM dan listrik sebesar 20 hingga 25 persen, harus dapat diwujudkan tanpa menurunkan kualitas pelayanan publik,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa setiap program kerja OPD harus berorientasi pada kemanfaatan dan berdampak langsung bagi masyarakat. Optimalisasi media sosial oleh perangkat daerah juga dinilai penting guna meningkatkan pelayanan publik yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Menghadapi potensi kemarau panjang yang diperkirakan berlangsung hingga Agustus, Pemkab Lamongan telah menyiapkan sejumlah langkah strategis. Di antaranya pendataan dan pemetaan embung, normalisasi saluran air, serta penguatan jaringan irigasi. Seluruh kecamatan juga diminta mengidentifikasi wilayah prioritas yang membutuhkan penanganan segera.
Kesiapsiagaan turut diperkuat melalui penyiapan armada pemadam kebakaran untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan permukiman, serta penyediaan air bersih oleh BPBD bagi desa rawan kekeringan. Di sektor pangan, Bupati menegaskan bahwa kondisi kemarau tidak boleh menghambat peningkatan luas tambah tanam (LTT). Pemenuhan target produksi tetap menjadi komitmen bersama dalam menjaga ketahanan pangan daerah.
Selain itu, isu pengelolaan sampah juga menjadi perhatian serius. Menindaklanjuti program Indonesia Bersih, Pemkab Lamongan mendorong penguatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui optimalisasi TPS3R dan TPST. Dari total produksi sampah sekitar 554 ton per hari, baru 36 persen yang dapat terkelola.
Dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, pemerintah daerah juga mendorong peran perbankan daerah untuk menyediakan skema kredit berbunga rendah bagi petani hortikultura dan peternak, khususnya generasi muda.
Sementara itu, Wakil Bupati Lamongan, Dirham Akbar Aksara menekankan pentingnya ketepatan sasaran dalam penyaluran bantuan sosial melalui Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Ia meminta kecamatan berperan aktif memastikan proses musyawarah desa berjalan objektif dan bebas dari ego sektoral.
“Dengan komitmen bersama, target penurunan angka kemiskinan sebesar 11,95 persen pada tahun 2026 optimistis dapat tercapai,” katanya.
Melalui Leaders Brief ini, seluruh jajaran Pemkab Lamongan diharapkan mampu bergerak selaras, adaptif, dan responsif dalam menghadapi berbagai tantangan, sekaligus memastikan pelayanan publik tetap optimal serta pembangunan daerah berjalan berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....