Satreskrim Polres Tuban Amankan Pelaku Peredaran Uang Palsu

  • 08 Apr 2025 16:12 WIB
  •  Tuban

KBRN, Tuban: Satreskrim Polres Tuban mengamankan dua pelaku dugaan peredaran uang palsu di wilayah Kabupaten Tuban. Dua pelaku tersebut adalah Andrino Eka Putra (41), warga Desa Belikanget, Kecamatan Tambakboyo, dan Andik Setyawan (30), warga Desa Sembungin, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban.

Keduanya diamankan oleh Jatanras pada Senin (7/4/2025) di rumah masing-masing, dengan bukti uang palsu senilai Rp 3,1 juta. Sementara total keseluruhan uang palsu yang mereka miliki adalah Rp 20 juta, dan sebagian telah beredar.

Kanit Unit Tindak Pidana Umum (Tipidum), Ipda Moh Rudi, mengatakan, uang palsu tersebut berupa pecahan Rp 100 ribu. Berawal dari kecurigaan anggota Jatanras yang melihat uang tersebut tidak seperti uang pada umumnya. Setelah dilakukan pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut, uang tersebut adalah palsu.

Dari keterangan pelaku, kata Rudi, modus yang dilakukan adalah dengan menukarkan atau membelanjakan uang palsu itu ke warung atau pedagang kecil yang ada di wilayah Kecamatan Tambakboyo dan Bancar.

"Biar tidak terdeteksi sebagai uang palsu, uang itu dibelanjakan maupun ditukarkan di warung-warung kecil. Karena mungkin kurang teliti, jadi korban tidak tau kalau itu sebenarnya uang palsu," ujarnya, Selasa (8/4/2025).

Uang palsu tersebut, didapatkan oleh pelaku di wilayah Kota Batu, yang kemudian di edarkan di wilayah Kabupaten Tuban. Menurutnya, desakan ekonomi menjadi alasan kedua pelaku melakukan hal tersebut.

"Mungkin menurut pelaku, keuntungan dari tindakan ini cukup banyak. Terlebih juga karena ada desakan ekonomi," tambahnya.

Uang palsu yang diedarkan oleh pelaku. (Foto: RRI/Witra)

Dirinya menghimbau, agar masyarakat dapat lebih teliti ketika menerima uang, untuk meminimalisir maraknya peredaran uang palsu, terutama saat melakukan transaksi di warung kecil maupun pasar tradisional.

Untuk diketahui, ciri-ciri uang palsu ini sebenarnya cukup mencolok, mulai dari warna yang terlalu terang, kertas yang lebih tebal dan mudah robek, serta tidak adanya hologram.

“Kalau dipegang dan sedikit ditekan dan digesek, uang ini langsung terbelah dua. Tidak seperti uang asli yang lebih kuat dan memiliki elemen keamanan,” katanya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....