UGM Tingkatkan Mitigasi Risiko dalam Pelaksanaan KKN di Maluku Tenggara

  • 26 Jun 2026 13:44 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur – Universitas Gadjah Mada (UGM) memperkuat upaya mitigasi risiko dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Tahun 2026 di Kabupaten Maluku Tenggara. Langkah tersebut dilakukan melalui penerapan sistem keselamatan yang lebih terstruktur sebagai bagian dari komitmen kampus untuk memastikan keamanan mahasiswa selama menjalankan program pengabdian di masyarakat, Jumat (26/6/2026).

Komitmen itu disampaikan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN-PPM UGM, Prof. Ir. Leni Sophia Heliani, usai kegiatan penerimaan mahasiswa KKN-PPM UGM oleh Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara di Aula Kantor Bupati Maluku Tenggara, Langgur, Rabu (24/6/2026). Keselamatan mahasiswa kini menjadi perhatian utama dalam setiap tahapan pelaksanaan KKN, mulai dari pembekalan hingga pelaksanaan program di lokasi penugasan.

Prof. Leni mengatakan pengalaman yang terjadi pada pelaksanaan KKN tahun lalu menjadi pelajaran penting bagi UGM untuk terus memperkuat sistem perlindungan bagi mahasiswa yang menjalankan pengabdian di berbagai daerah. Ia mengakui peristiwa tersebut meninggalkan duka mendalam, baik bagi keluarga besar UGM maupun masyarakat Maluku Tenggara yang ikut memberikan perhatian saat kejadian berlangsung.

"Kami kehilangan anak kami dan itu saya kira tidak hanya merupakan kehilangan bagi UGM, tetapi kami melihat warga Maluku Tenggara, bahkan waktu itu Pak Bupati secara turun langsung kemudian menangani kejadian yang sangat kita sama tidak ingin harapkan," kata Prof. Leni.

Sebagai tindak lanjut dari pembelajaran tersebut, UGM membangun sistem Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) atau Safety, Health and Environment (SHE) yang diterapkan secara sistematis dalam pelaksanaan KKN. Sistem tersebut dirancang untuk memastikan mahasiswa memiliki pemahaman yang memadai mengenai aspek keselamatan, kesehatan, dan lingkungan selama menjalankan program pengabdian.

Menurut Prof. Leni, penerapan K3L kini menjadi bagian penting dalam seluruh tahapan pelaksanaan KKN dan melibatkan berbagai unsur di lingkungan UGM. Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa dibekali pengetahuan dan keterampilan dasar untuk mengenali potensi risiko yang dapat ditemui di lapangan.

"Dari kejadian tersebut, UGM sudah mengambil pembelajaran untuk kemudian kami mencoba membangun sistem untuk K3L, Keselamatan Kesehatan Lingkungan, terkait dengan pelaksanaan program KKN," ujarnya.

Ia menjelaskan seluruh mahasiswa yang mengikuti KKN kini diwajibkan memenuhi sejumlah persyaratan keselamatan sebelum diterjunkan ke lapangan. Persyaratan tersebut meliputi kemampuan dasar berenang, pelatihan keselamatan di air, penggunaan alat pelindung diri (APD), serta pemahaman terhadap potensi bahaya dan karakteristik wilayah lokasi KKN.

Selain itu, mahasiswa juga mendapatkan sosialisasi mengenai langkah-langkah mitigasi risiko yang harus diterapkan selama berada di tengah masyarakat. Pembekalan tersebut menjadi bagian dari penerapan sistem K3L yang menekankan pentingnya pemahaman terhadap aspek keselamatan, kesehatan, dan lingkungan dalam pelaksanaan program KKN.

"Kemudian kami juga mencoba, jadi kalau sekarang sebelum berangkat, kami ada ceklis untuk diantaranya misalnya kemampuan renang, meskipun renangnya pasti kolam renang ya, bukan di laut. Kemudian juga kemampuan pelatihan terkait dengan keselamatan di air, itu sudah kami, kemudian terkait dengan APD, itu juga merupakan bagian dari ceklis. Dan sosialisasi mengenai bahaya di lokasi KKN, artinya keselamatan di KKN itu juga sekarang lebih sistematik kami laksanakan," katanya.

Prof. Leni mengungkapkan, dari 29 mahasiswa yang tergabung dalam Unit Kei Kecil Timur Selatan, sebanyak 14 orang merupakan mahasiswa putri dan 15 orang mahasiswa putra. Sebagai seorang ibu sekaligus dosen pembimbing lapangan, ia mengaku memahami kekhawatiran para orang tua dan wali mahasiswa yang mempercayakan putra-putri mereka mengikuti program KKN di wilayah kepulauan.

Meski demikian, seluruh pihak memiliki kesepahaman bahwa program KKN merupakan ruang belajar yang penting bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman langsung di tengah masyarakat. Karena itu, UGM berupaya memastikan mahasiswa dapat menjalankan pengabdian dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan.

Keyakinan terhadap kelancaran pelaksanaan KKN-PPM UGM Tahun 2026 di Maluku Tenggara, juga diperkuat oleh dukungan Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara dan pemerintah ohoi yang terus mengingatkan pentingnya keselamatan selama kegiatan berlangsung. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan program tersebut.

"Jadi kami seperti slogan kita semua di UGM bahwa kami berangkat bersama dengan selamat dan insya Allah kami juga akan berusaha memastikan kami akan pulang bersama dengan selamat dan berkah," ucap Prof. Leni.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....