SMP Yos Sudarso Dobo Gelar Pembagian Laporan Pendidikan Tahun Ajaran 2025/2026

  • 15 Jun 2026 16:31 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Tual : SMP Naskat Yos Sudarso Dobo melaksanakan pembagian Laporan Pendidikan Tahun Ajaran 2025/2026 yang berlangsung di Aula SMP Naskat Yos Sudarso Dobo, Senin (15/6/2026) pukul 09.00 WIT.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Aru, Laban Kailey, M.T., Kepala SMP Naskat Yos Sudarso Dobo Maria Sombes, Sekretaris Kolese Yos Sudarso Dobo Tobias Talangembun, Ketua Komite SMP Naskat Yos Sudarso Dobo yang mewakili Direktur Kolese RD Roland Ignatius Renwarin, dewan guru, serta orang tua siswa.

Usai kegiatan, Kepala SMP Naskat Yos Sudarso Dobo Maria Songbes saat diwawancarai Kontributor RRI Tual di Dobo, Bosco Korisen, mengatakan jumlah siswa yang menerima laporan pendidikan terdiri dari 103 siswa kelas VII dan 123 siswa kelas VIII.

“Penerimaan laporan pendidikan hari ini di SMP Yos Sudarso Dobo, kelas VII berjumlah 103, kelas VIII berjumlah 123. Proses sampai siswa bisa memperoleh nilai itu, dilihat dari 3 kriteria yaitu penilaian pengetahuan, penilaian sikap dan penilaian ketrampilan”, kata Songbes.

Menurutnya, nilai yang diperoleh siswa berasal dari tiga aspek penilaian, yaitu pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Dari hasil penilaian tersebut, sekolah juga menetapkan peringkat 10 besar untuk masing-masing tingkat kelas.

Untuk siswa berprestasi, peringkat pertama kelas VII diraih oleh Ailin, sedangkan peringkat pertama kelas VIII diraih oleh Enjel.

Maria Songbes menjelaskan, berbagai prestasi berhasil diraih sekolah selama tahun pelajaran 2025/2026. Beberapa di antaranya adalah keberhasilan siswa diterima di SMA Siwalima Ambon, prestasi pada ajang olahraga dan seni melalui Pekan Olahraga dan Seni (Porseni), serta keikutsertaan dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat kabupaten yang saat ini masih menunggu hasil pengumuman.

“Porseni sudah kami laksanakan sebelum penerimaan laporan Pendidikan ini, dan kami juga mengikuti OSN tingkat kabupaten yang sementara menunggu hasilnya”, ujar Songbes.

Pada ajang Porseni, siswa mengikuti berbagai cabang lomba seperti futsal dan seni vokal lagu daerah Aru. Siswa yang meraih juara pada cabang seni juga turut tampil dalam acara pembagian laporan pendidikan.

Terkait mata pelajaran yang menjadi prioritas, Maria Songbes mengatakan Bahasa Indonesia dan Matematika menjadi fokus utama dalam menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi siswa kelas IX. Sementara untuk persiapan OSN, mata pelajaran yang diprioritaskan adalah IPA, IPS, dan Matematika dengan dukungan mata pelajaran lainnya.

Ia mengakui hingga saat ini SMP Naskat Yos Sudarso Dobo masih menghadapi keterbatasan tenaga guru. Namun demikian, sekolah tetap berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran agar siswa mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA dengan prestasi yang membanggakan.

Menurutnya, hal tersebut telah dibuktikan oleh sejumlah alumni yang berhasil berprestasi di SMA Siwalima Ambon maupun sekolah-sekolah di luar daerah. Salah satunya adalah Dalton Kolyaan yang memperoleh nilai tertinggi dalam seleksi awal yang dilaksanakan oleh Universitas Gadjah Mada (UGM) di Ambon.

Mengenai dukungan terhadap siswa berprestasi, Maria Songbes menjelaskan bahwa Dinas Pendidikan biasanya memberikan beasiswa kepada peserta berprestasi dalam Olimpiade Sains Nasional. Sementara pihak sekolah memberikan penghargaan berupa sertifikat sebagai penunjang prestasi akademik maupun nonakademik siswa saat melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

Lebih lanjut, terkait penerimaan peserta didik baru (PPDB), ia mengatakan proses pendaftaran telah dibuka sejak beberapa hari lalu. Namun pelayanan pendaftaran dihentikan sementara pada hari pelaksanaan pembagian laporan pendidikan dan akan dibuka kembali keesokan harinya.

Untuk tahun ajaran 2026/2027, SMP Naskat Yos Sudarso Dobo menargetkan menerima lima Rombongan Belajar (rombel) dengan kapasitas 32 siswa per kelas atau sebanyak 160 siswa. Target tersebut disesuaikan dengan jumlah lulusan kelas IX tahun ini yang mencapai lima kelas.

Maria Songbes menegaskan bahwa pendaftaran siswa baru tidak dipungut biaya. Biaya yang menjadi tanggung jawab orang tua hanya untuk pengadaan seragam sekolah, karena pengadaan seragam tidak dapat dibiayai melalui Dana BOS yang hanya diperuntukkan bagi kebutuhan operasional dan inventaris sekolah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....