MBG, dari Piring Makanan hingga Perputaran Ekonomi Warga

  • 06 Okt 2026 01:48 WIB
  •  Langgur

RRI.CO.ID, Langgur – Setiap hari, dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) membutuhkan bahan pangan untuk menyiapkan makanan bagi penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kebutuhan tersebut sekaligus membuka pasar bagi petani, nelayan, pedagang, dan pelaku UMKM di Maluku Tenggara.

Bupati Maluku Tenggara Muhammad Thaher Hanubun mengatakan, MBG tidak hanya berdampak pada pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga mulai menggerakkan ekonomi dari tingkat bawah. Sambutan Bupati itu dibacakan Wakil Bupati Charlos Viali Rahantoknam pada seremoni MBG bersama UMKM dalam rangka HUT ke-81 TNI di Lanud Dominicus Dumatubun Langgur, Senin (5/10/2026).

“Di Kabupaten Maluku Tenggara, program MBG telah terbukti menjadi salah satu penggerak terbesar roda perekonomian masyarakat,” ujar Thaher dalam sambutannya.

Menurut Thaher, aktivitas dapur SPPG menciptakan kebutuhan terhadap berbagai bahan pangan yang selama ini dihasilkan masyarakat. Beras, ikan, telur, sayur, hingga buah menjadi bagian dari kebutuhan harian untuk menyiapkan makanan bagi penerima manfaat.

“Setiap hari, dapur SPPG membeli beras, ikan, telur, sayur, dan buah. Uang itu sampai ke tangan petani, nelayan, dan pedagang,” katanya.

Perputaran ekonomi tersebut, tidak hanya dirasakan oleh pemasok bahan makanan. Orang-orang yang bekerja di sekitar dapur SPPG juga mendapat manfaat dari keberadaan program ini.

“Juru masak, relawan, dan pengantar makanan mendapat penghasilan. Inilah ekonomi yang tumbuh dari bawah,” ucapnya.

Gambaran keterlibatan pelaku usaha lokal juga terlihat dalam kegiatan MBG bersama UMKM yang digelar di Lanud Dominicus Dumatubun. Seluruh hidangan dalam kegiatan itu disediakan oleh Kantin UMKM Lanud Dumatubun.

Pola ini harus terus dikembangkan agar pelaksanaan MBG memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat daerah.

“Kegiatan pagi ini adalah contoh kecilnya. Seluruh hidangan disediakan oleh Kantin UMKM Lanud Dumatubun. Nilai belanja dan pengelolaannya berputar di tangan pelaku usaha kita sendiri,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara juga berupaya mendukung pelaksanaan MBG melalui sejumlah langkah, mulai dari pendataan penerima manfaat, dukungan perizinan dan sertifikasi laik higiene sanitasi dapur SPPG, hingga pengawasan keamanan dan mutu makanan.

Selain itu, pemerintah daerah mendorong keterlibatan petani, nelayan, dan UMKM sebagai pemasok bahan pangan. Dukungan distribusi juga menjadi bagian dari sinergi pemerintah daerah dengan pihak terkait, termasuk TNI dan Polri.

“Program sebesar ini tidak bisa dikerjakan satu pihak saja. Pemerintah daerah selalu berupaya untuk bersinergi dengan seluruh pihak terkait, termasuk TNI dan Polri melalui langkah-langkah nyata,” ujar Thaher.

Secara nasional, MBG telah menjangkau puluhan juta penerima manfaat. Maluku termasuk wilayah yang diprioritaskan untuk percepatan program, sehingga pemerintah daerah melihat peluang tersebut bukan hanya dari sisi pemenuhan gizi, tetapi juga untuk memperkuat keterlibatan pelaku usaha lokal.

Dengan begitu, dapur SPPG tidak sekadar menjadi tempat menyiapkan makanan. Di belakangnya terdapat rantai ekonomi yang menghubungkan bahan pangan dari masyarakat dengan kebutuhan program MBG.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....