Pasokan Buah Terbatas, SPPG Kei Kecil Ohoijang-Watdek Datangkan dari Ambon

  • 24 Agt 2026 15:35 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur – Keterbatasan ketersediaan buah-buahan di Kepulauan Kei menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Untuk memastikan kebutuhan gizi siswa tetap terpenuhi, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kei Kecil Ohoijang-Watdek mendatangkan sebagian pasokan buah dari Ambon.

Kepala SPPG Kei Kecil Ohoijang-Watdek, Imelda Rahae, mengatakan kondisi geografis wilayah kepulauan membuat sejumlah komoditas pangan tidak selalu tersedia di pasar lokal. Karena itu, pengelola harus menyesuaikan pola pengadaan dengan kondisi pasokan di daerah agar kebutuhan bahan makanan untuk menu MBG tetap terpenuhi.

"Kita di kepulauan ini susah dapat buah, sehingga beberapa bahan baku harus didatangkan dari luar daerah," kata Imelda saat ditemui tim RRI di ruang kerjanya, Senin (24/8/2026).

Menurut Imelda, pada awal pelaksanaan MBG, buah yang paling sering digunakan dalam menu harian adalah semangka dan pisang karena relatif mudah diperoleh di Kepulauan Kei. Seiring berkembangnya jaringan pasokan, SPPG kini juga menggunakan buah naga, apel, dan jeruk sehingga pilihan buah dalam menu menjadi lebih beragam.

"Semangka, pisang, sekarang juga kami sudah pakai buah naga, apel, jeruk, sudah bervariasi buah," ujarnya.

Sementara itu untuk bahan pangan lainnya, terutama sayuran, SPPG lebih banyak menyesuaikan menu dengan ketersediaan hasil panen di pasar lokal. Cara tersebut dilakukan agar bahan yang digunakan tetap segar sekaligus memberi ruang bagi hasil pertanian masyarakat setempat untuk masuk dalam kebutuhan program MBG.

Imelda menjelaskan, tim gizi melakukan survei pasar sebelum merancang menu untuk mengetahui komoditas yang sedang tersedia dari hasil panen petani. Jika pasokan daun singkong, bayam, kangkung atau sayuran lainnya sedang melimpah, jenis bahan tersebut dapat dimasukkan ke dalam menu sesuai kebutuhan gizi.

"Dia melakukan survei pasar, jadi misalnya hasil panen petani saat ini unggulnya di hasil panen sayur apa, contohnya daun singkong bisa, atau sayur yang lain seperti bayam atau kangkung, kami pakai itu," kata Imelda.

Pola tersebut membuat pengadaan bahan makanan untuk MBG dapat mengikuti ketersediaan pangan di Kepulauan Kei. Di satu sisi, komoditas yang sulit diperoleh dapat didatangkan dari luar daerah, sementara bahan yang tersedia di pasar lokal tetap dimanfaatkan untuk mendukung keberlangsungan program sekaligus menyerap hasil panen petani lokal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....