SPPG Hoat Sorbay Dorong Petani dan UMKM Ambil Peluang dari Program MBG
- 01 Agt 2026 15:49 WIB
- Tual
RRI.CO.ID, Langgur - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya memberikan manfaat bagi peserta didik sebagai penerima makanan bergizi, tetapi juga memiliki potensi besar dalam menggerakkan perekonomian masyarakat. Kebutuhan bahan pangan dalam jumlah besar setiap hari membuka peluang bagi petani, nelayan, peternak, dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk terlibat dalam rantai pasokan program tersebut, Sabtu (1/8/2026).
Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Hoat Sorbay, Crissanti Anaci Jamlean, mengatakan pelaksanaan MBG membutuhkan pasokan bahan baku yang berkelanjutan, mulai dari beras, sayuran, telur, ikan, hingga bahan pangan lainnya. Kebutuhan tersebut dapat menjadi pasar yang menjanjikan bagi para pelaku usaha lokal apabila mampu dipenuhi secara konsisten.
"Kami sangat berupaya supaya melalui program ini UMKM yang ada di wilayah kami juga dapat digerakkan dan merasakan manfaanya juga" kata Crissanti saat dihubungi RRI melalui pesan WhatsApp, Kamis (31/7/2026).
Menurut Crissanti, kebutuhan bahan baku untuk Program MBG berlangsung secara rutin selama kegiatan belajar mengajar. Kondisi ini memberikan kepastian pasar bagi petani dan pelaku UMKM lokal untuk memasok berbagai komoditas pangan yang dibutuhkan.
Karena itu, program MBG dapat menjadi peluang bagi petani untuk meningkatkan produksi hasil pertanian mereka. Semakin banyak bahan pangan lokal yang dapat diserap oleh program tersebut, semakin besar pula dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat.
Crissanti mengakui hingga saat ini ketersediaan bahan baku lokal masih menjadi tantangan. Musim kemarau yang berkepanjangan menyebabkan hasil panen sejumlah petani menurun sehingga pasokan sayuran dan komoditas tertentu belum selalu mampu memenuhi kebutuhan dalam jumlah besar.
Meski demikian, pihaknya tetap berkomitmen memprioritaskan penggunaan bahan pangan lokal selama tersedia di pasar. Selain menjaga perputaran ekonomi di daerah, langkah tersebut juga dapat memangkas biaya distribusi dan memastikan bahan pangan yang digunakan tetap segar.
Ia menilai keberhasilan MBG tidak hanya bergantung pada pengelola program, tetapi juga memerlukan dukungan masyarakat sebagai produsen bahan pangan. Petani, nelayan, peternak, hingga pelaku UMKM memiliki peluang untuk menjadi bagian dari ekosistem yang dibangun melalui program tersebut.
"Program ini bukan hanya untuk anak-anak, tetapi juga bisa menjadi sentuhan positif bagi masyarakat karena membuka peluang ekonomi di daerah," ujarnya.
Crissanti berharap masyarakat dapat melihat MBG sebagai peluang jangka panjang. Apabila produksi pangan lokal terus meningkat dan mampu memenuhi kebutuhan program secara berkelanjutan, maka manfaat MBG tidak hanya dirasakan oleh anak-anak penerima manfaat, tetapi juga oleh keluarga petani, pelaku UMKM, dan perekonomian Kabupaten Maluku Tenggara secara keseluruhan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....