MBG 5 Hari, SPPG Ohoijang-Watdek Tetap Layani 6 Hari lewat Paket Khusus
- 01 Jun 2026 21:09 WIB
- Tual
RRI.CO.ID, Langgur — Meski Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini beroperasi lima hari dalam sepekan, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kei Kecil Ohoijang-Watdek tetap memastikan layanan gizi menjangkau peserta didik yang bersekolah pada hari Sabtu. Upaya tersebut dilakukan melalui paket khusus berupa makanan segar (fresh food) yang dibagikan kepada siswa sehari sebelum kegiatan belajar mengajar berlangsung, Senin (1/6/2026).
Kepala SPPG Kei Kecil Ohoijang-Watdek, Imelda Rahae, mengatakan kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Nomor 8 Tahun 2026 tentang pendistribusian dan penyajian Program Makan Bergizi Gratis. Aturan tersebut menetapkan operasional MBG selama lima hari, namun tetap memberi ruang bagi satuan pelayanan untuk menyesuaikan distribusi sesuai kebutuhan penerima manfaat.
"Untuk peserta didik, distribusi makanan bergizi dilakukan dari hari Senin sampai Jumat sesuai ketentuan yang berlaku. Namun bagi sekolah yang masih melaksanakan kegiatan belajar mengajar pada hari Sabtu, kami menyiapkan mekanisme khusus agar layanan tetap berjalan," kata Imelda.
Imelda menjelaskan, SPPG Kei Kecil Ohoijang-Watdek saat ini melayani 12 sekolah penerima manfaat MBG di Kabupaten Maluku Tenggara. Dari jumlah tersebut, lima sekolah masih menjalankan kegiatan belajar mengajar pada hari Sabtu sehingga membutuhkan pola distribusi yang berbeda dari sekolah lainnya.
Menurut dia, layanan MBG pada hari keenam dilakukan melalui paket bundling makanan segar (fresh food) yang disalurkan pada hari Jumat. Paket tersebut menjadi pengganti distribusi reguler sehingga peserta didik tetap memperoleh makanan bergizi saat mengikuti kegiatan belajar mengajar pada hari Sabtu.
"Di antara 12 sekolah yang kami layani, terdapat lima sekolah yang masih masuk sekolah pada hari Sabtu. Karena itu kami menyalurkan paket khusus berupa fresh food pada hari Jumat agar kebutuhan gizi siswa tetap terpenuhi," ujarnya.
Paket khusus tersebut disiapkan untuk memastikan manfaat Program Makan Bergizi Gratis tidak terputus akibat perubahan jadwal operasional. Dengan skema ini, siswa pada sekolah yang menerapkan enam hari belajar tetap memperoleh hak yang sama dengan peserta didik di sekolah lainnya.
Imelda menegaskan kebijakan tersebut merupakan bentuk penyesuaian pelayanan terhadap kondisi riil di lapangan. Melalui mekanisme itu, seluruh peserta didik penerima manfaat MBG tetap mendapatkan dukungan gizi yang dibutuhkan untuk menunjang kesehatan dan proses belajar mereka.
"Prinsipnya, seluruh siswa penerima manfaat harus tetap mendapatkan haknya. Karena masih ada sekolah yang belajar pada hari Sabtu, maka kami menyiapkan paket khusus agar layanan MBG tetap berjalan hingga hari keenam," ucapnya.
Selain memastikan pelayanan kepada peserta didik tetap berlangsung, kebijakan tersebut juga memberikan kepastian bagi sekolah dan orang tua bahwa kebutuhan gizi anak tetap terpenuhi selama mengikuti kegiatan belajar mengajar. Diharapkan pola distribusi ini dapat mendukung kesehatan siswa sekaligus meningkatkan konsentrasi dan kualitas pembelajaran di sekolah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....