Pemutakhiran Data Desil dan Edukasi Judi Online Digelar di SMKN Galang

  • 02 Okt 2026 12:29 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli - Suasana edukatif terasa di SMK Negeri (SMKN) Galang, Selasa, 29 September 2026, saat para siswa mendapat pembekalan mengenai pencegahan judi online sekaligus tata cara pemutakhiran data desil. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi siswa untuk memahami akses layanan sosial dan pendidikan, sekaligus mengenali bahaya aktivitas digital yang dapat merugikan masa depan.

Kegiatan terlaksana atas fasilitasi Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Galang Muchlis, S.Pd., bersama Pendamping Sosial Kementerian Sosial Kecamatan Galang. Edukasi ini diarahkan untuk membantu siswa dari keluarga kurang mampu yang menghadapi kendala dalam pengurusan Program Indonesia Pintar (PIP) maupun Kartu Indonesia Pintar (KIP) akibat data sosial ekonomi keluarga belum diperbarui sesuai kondisi terkini.

Wakasek Kesiswaan SMKN Galang, Arianti, S.Pd., Gr., yang mewakili Kepala SMKN Galang, mengatakan pemutakhiran data menjadi salah satu langkah penting agar siswa dapat mengakses program bantuan pendidikan sesuai ketentuan. “Banyak siswa kami yang sebenarnya kurang mampu, tetapi terkendala dalam pengurusan KIP/PIP karena desilnya masih tinggi. Karena itu, kami berharap melalui kegiatan ini siswa memahami bagaimana melakukan pemutakhiran data sekaligus memahami bahaya judi online,” ujarnya.

Materi kegiatan disampaikan sejumlah narasumber dari Dinas Sosial Kabupaten Tolitoli, yakni Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Tri Wahyudi, SST., MM., Penyuluh Sosial Ahli Muda Arifuddin Biki, SST., MPS., SP., Pendamping Sosial Sapwan, SE., serta Pendamping Sosial/TKSK Muchlis, S.Pd. Muchlis juga dipercaya memandu jalannya kegiatan sebagai moderator.

Dalam pemaparannya, Tri Wahyudi menjelaskan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) menjadi salah satu sumber acuan pemerintah dalam penyaluran bantuan sosial dan berbagai program bantuan lainnya, termasuk PIP/KIP. Masyarakat memiliki sejumlah jalur untuk memperbarui data DTSEN atau desil melalui Aplikasi Cek Bansos, Agen Perlindungan Sosial (Perlinsos), maupun situs Badan Pusat Statistik (BPS).

Di tengah derasnya arus informasi digital, Tri turut mengingatkan siswa agar tidak lengah terhadap jebakan judi online. Ia menyampaikan adanya indikasi keterlibatan anak sekolah dalam aktivitas judi online di Kabupaten Tolitoli berdasarkan data yang dipaparkan dalam kegiatan tersebut. Para siswa diminta menjaga data pribadi seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK), Kartu Keluarga (KK), serta informasi rekening.

“Jaga NIK, KK dan rekening. Jangan asal memberikan data pribadi dan jangan asal melakukan top up ke aplikasi-aplikasi online,” pesan Tri kepada para siswa. Pesan tersebut menjadi pengingat agar kemudahan teknologi tidak berubah menjadi pintu masuk bagi penyalahgunaan data maupun aktivitas digital yang berisiko.

Sementara itu, Sapwan memberikan materi mengenai Program Keluarga Harapan (PKH) dan pemanfaatan Aplikasi Perlinsos. Para siswa diperkenalkan pada fungsi aplikasi serta tata cara pendaftaran. Tri Wahyudi juga menyampaikan komitmen untuk memberikan pelayanan pemutakhiran data sekaligus rekomendasi KIP di lingkungan SMKN Galang agar siswa tidak harus menempuh proses yang panjang untuk memperoleh akses layanan.

“Pelayanan pembaruan data dan rekomendasi KIP akan kami upayakan dilakukan di SMKN sehingga siswa lebih mudah mengaksesnya,” kata Tri. Upaya tersebut diharapkan mendekatkan layanan sosial kepada siswa sekaligus membuka jalan bagi keluarga yang memenuhi persyaratan untuk memperbaiki data sosial ekonominya.

Narasumber lainnya, Arifuddin Biki, memaparkan sejumlah program bantuan sosial, di antaranya PKH, Program Sembako, Berani Cerdas, dan Berani Sehat. Ia juga memberikan coaching mengenai tata cara pemutakhiran DTSEN. Para siswa didorong memastikan data keluarga tercatat sesuai kondisi sebenarnya, sehingga data desil dapat menggambarkan kondisi sosial ekonomi keluarga secara lebih akurat.

Antusiasme siswa terlihat dari sejumlah pertanyaan yang muncul selama kegiatan. Mereka antara lain menanyakan langkah yang perlu ditempuh seseorang yang sudah terindikasi terlibat judi online serta alasan dampak judi online dapat dirasakan anggota keluarga lainnya. Tri juga mendorong siswa tidak berhenti sebagai penerima informasi, melainkan ikut menjadi bagian dari upaya edukasi sosial melalui kesempatan bergabung sebagai Agen Perlinsos. “Jangan hanya protes atau berkomentar di media sosial, tetapi lakukan aksi nyata. Salah satunya dengan bergabung menjadi Agen Perlinsos,” ujarnya.

Menutup kegiatan, Arianti menyampaikan apresiasi kepada Dinas Sosial Kabupaten Tolitoli dan seluruh pihak yang telah memberikan edukasi kepada siswa SMKN Galang. Ia berharap pengetahuan tersebut dapat diterapkan di lingkungan keluarga dan masyarakat, sekaligus mendorong siswa memanfaatkan jalur pemutakhiran DTSEN serta berbagai program pemerintah, termasuk Berani Cerdas, agar langkah mereka menuju pendidikan yang berkelanjutan tidak terhenti hanya karena persoalan data.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....