Dinsos Buol Tekankan Akurasi Data dalam Penanganan Kemiskinan

  • 29 Sep 2026 15:30 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Buol — Dinas Sosial Kabupaten Buol menegaskan pentingnya akurasi data dalam upaya penanganan kemiskinan. Pemutakhiran data dinilai menjadi bagian penting agar berbagai program bantuan dan pelayanan pemerintah dapat diberikan kepada masyarakat secara tepat sasaran.

Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Kabupaten Buol, Moh. Fadli S. Padjimbung, S.Ag., mengatakan penanganan kemiskinan tidak cukup hanya dengan melihat angka kemiskinan secara umum. Pemerintah perlu memastikan kondisi masyarakat yang masuk kategori miskin dapat teridentifikasi secara tepat sesuai kondisi di lapangan.

“Data yang baik akan menghasilkan data yang baik. Karena itu, kita harus bekerja melakukan perbaikan data setiap waktu,” ujar Fadli saat wawancara bersama RRI.co.id, Senin, 28 September 2026.

Menurut Fadli, pemutakhiran data membutuhkan kerja bersama berbagai pihak, mulai dari Dinas Sosial, pemerintah daerah, pemerintah desa dan kelurahan hingga sektor lain yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat. Data dari tingkat bawah menjadi salah satu dasar penting dalam memastikan kondisi masyarakat dapat teridentifikasi secara lebih akurat.

Ia menjelaskan, persoalan data memiliki keterkaitan erat dengan penyaluran bantuan sosial. Ketika data penerima sesuai dengan kondisi faktual di lapangan, masyarakat yang membutuhkan diharapkan dapat lebih cepat memperoleh bantuan maupun pelayanan pemerintah.

“Termasuk dalam pemberian bantuan, persoalan data ini sangat penting. Kalau datanya benar, masyarakat yang membutuhkan bantuan bisa segera ditangani,” katanya.

Selain bantuan sosial, Fadli menyebut penanganan kemiskinan juga perlu memperhatikan aspek kesehatan dan jaminan sosial masyarakat. Koordinasi dengan sektor kesehatan dan BPJS menjadi bagian dari upaya memastikan masyarakat miskin memperoleh akses pelayanan yang dibutuhkan.

Fadli menegaskan, penurunan angka kemiskinan tidak serta-merta berarti seluruh persoalan kemiskinan telah selesai. Pemerintah tetap perlu melihat kondisi setiap individu yang masih berada dalam kemiskinan dan memastikan adanya upaya perbaikan kehidupan secara berkelanjutan. “Kalau angka kemiskinan sudah selesai atau turun, bukan berarti semua selesai. Yang paling penting adalah bagaimana kehidupan setiap orang yang masih miskin itu bisa kita perbaiki,” ujarnya.

Ia menambahkan, kemiskinan merupakan persoalan kompleks yang membutuhkan penanganan secara berkelanjutan. Karena itu, sinergi antar instansi serta pembaruan data secara rutin dari tingkat desa dan kelurahan dinilai menjadi kunci dalam menyusun kebijakan penanggulangan kemiskinan yang lebih tepat sasaran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....