Disdikbud Buol Perkuat Penanganan Buta Aksara

  • 14 Sep 2026 14:15 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli – Buta aksara masih menjadi salah satu persoalan yang dapat memengaruhi kualitas sumber daya manusia (SDM) di suatu daerah. Kondisi tidak mampu membaca, menulis, dan berhitung secara dasar tersebut juga berpotensi menghambat partisipasi masyarakat dalam melanjutkan pendidikan.

Dampak buta aksara di dunia pendidikan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik, tetapi juga dapat meningkatkan risiko anak mengalami putus sekolah. Karena itu, penanganan buta aksara membutuhkan perhatian bersama, mulai dari pemerintah, sekolah, guru, hingga masyarakat.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Buol, Muhammad Suyud, mengatakan pihaknya terus melakukan berbagai langkah strategis untuk menekan angka buta aksara di wilayah tersebut. Upaya itu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak.

“Kami terus melakukan berbagai langkah dan upaya strategis agar angka buta aksara di Kabupaten Buol dapat ditekan,” ujar Muhammad Suyud saat diwawancarai RRI, Sabtu (12/9/2026).

Menurut Suyud, salah satu langkah yang dilakukan Disdikbud Buol adalah turun langsung melakukan pendataan hingga ke sekolah, desa, bahkan dusun. Pendataan tersebut dilakukan untuk mengetahui siswa yang masih mengalami kesulitan membaca maupun yang belum memiliki kemampuan membaca secara memadai.

Hasil pendataan kemudian menjadi dasar bagi Disdikbud untuk memberikan arahan kepada guru di masing-masing sekolah. Suyud menegaskan, anak yang belum mampu membaca harus menjadi perhatian bersama sehingga dapat memperoleh pendampingan dan penanganan sesuai dengan kebutuhannya.

Selain menangani persoalan buta aksara, Disdikbud Kabupaten Buol juga memberikan perhatian terhadap anak tidak sekolah (ATS). Langkah tersebut dilakukan untuk menekan jumlah ATS di Kabupaten Buol sekaligus memastikan semakin banyak anak memperoleh kesempatan mendapatkan pendidikan.

Disdikbud Buol berharap sinergi antara pemerintah, sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat dapat terus diperkuat. Dengan pendataan dan pendampingan yang dilakukan sejak dini, persoalan buta aksara maupun anak tidak sekolah diharapkan dapat dikurangi dan turut meningkatkan kualitas SDM di Kabupaten Buol.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....