Parimo Perluas Jangkauan Pelacakan untuk Menekan Penularan TB
- 12 Sep 2026 18:10 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Parigi Moutong - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, menyiapkan langkah baru untuk memperkuat penanganan Tuberkulosis (TB) dengan memperluas penelusuran terhadap orang yang memiliki kontak erat dengan pasien. Upaya ini diarahkan untuk menemukan kasus lebih dini sekaligus memutus mata rantai penularan yang masih berjalan di tengah masyarakat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Parimo, Darlin, mengatakan penelusuran tidak semestinya berhenti pada anggota keluarga yang tinggal dalam satu rumah. Orang yang kerap berinteraksi dengan pasien juga perlu diidentifikasi dan menjalani pemeriksaan untuk melihat kemungkinan terpapar TB. “Kalau ada satu penderita, kontak-kontaknya juga harus kita layani. Selama ini mungkin terbatas pada anggota keluarga dalam satu rumah tangga. Padahal mestinya dilakukan tracking untuk melihat siapa saja yang memiliki kontak erat dan perlu diperiksa,” kata Darlin kepada media, Selasa, 8 September 2026.
Langkah tersebut akan diperkuat melalui program “Mari Libas TB”, singkatan dari Masyarakat Mandiri, Peduli, dan Bebas TB. Program itu dijadwalkan diluncurkan dalam waktu dekat di Puskesmas Lompe Ntodea, dengan harapan penelusuran kontak dapat menjangkau lebih banyak warga yang berpotensi terpapar.
Capaian pemeriksaan kontak pasien TB di Kabupaten Parimo menunjukkan peningkatan. Jika sebelumnya cakupannya berada di kisaran 11 persen, kini angka tersebut telah mencapai sekitar 32 persen. Meski mengalami kenaikan, Dinkes masih perlu memperlebar jangkauan agar semakin banyak kontak erat yang ditemukan dan diperiksa sebelum penyakit berkembang seperti bara yang diam-diam menjalar.
Darlin menyebut dukungan anggaran menjadi salah satu kebutuhan penting untuk memperkuat rangkaian penanganan TB, mulai dari penemuan kasus, pemeriksaan kontak hingga pengobatan pasien. “Untuk Tuberkulosis sebenarnya sudah ada kegiatan melalui DAU. Tetapi besarannya kadang-kadang belum sebesar harapan kita. Dengan adanya peningkatan capaian ini, kita berharap ada tambahan dukungan,” ujarnya.
Kasus TB masih ditemukan hampir di seluruh wilayah kerja puskesmas di Kabupaten Parimo. Kondisi tersebut membuat penanganan penyakit tidak cukup hanya bertumpu pada fasilitas kesehatan, melainkan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak untuk menemukan warga yang berisiko tertular dan memastikan mereka memperoleh pemeriksaan serta tindak lanjut.
Melalui “Mari Libas TB”, Dinkes Parimo berharap penelusuran kontak erat dapat bergerak lebih luas dan cepat. Semakin banyak kontak yang diperiksa, semakin besar peluang kasus ditemukan pada tahap awal, sehingga rantai penularan dapat diputus sebelum menjalar lebih jauh di lingkungan masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....