Perkuat Fondasi Pendidikan, Parigi Moutong Gaungkan Satu Tahun Prasekolah

  • 11 Sep 2026 14:01 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Parigi Moutong - Langkah menyiapkan generasi emas Parigi Moutong kembali diteguhkan melalui penguatan pendidikan anak usia dini. Bunda PAUD Kabupaten Parigi Moutong, Hj. Hestiwati Nanga, resmi membuka Sosialisasi Program Wajib Belajar 13 Tahun melalui Penguatan 1 Tahun Pendidikan Prasekolah Tahun 2026 di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Parigi Moutong, Rabu, 9 September 2026.

Kegiatan tersebut diikuti Pokja Bunda PAUD Kecamatan, pendidik PAUD, serta orang tua murid. Pertemuan itu menjadi ruang untuk menyatukan langkah dan memperkuat pemahaman tentang pentingnya pendidikan prasekolah sebagai fondasi awal perjalanan pendidikan anak. Dari ruang sosialisasi itu, sebuah harapan besar ditanamkan: setiap anak memperoleh kesempatan yang sama untuk memulai pendidikan dengan bekal yang kuat.

Dalam arahannya, Hj. Hestiwati mengajak masyarakat mengubah cara pandang terhadap Pendidikan Anak Usia Dini. PAUD, menurutnya, tidak semestinya hanya dilihat sebagai tempat anak bermain. Dunia bermain justru menjadi jembatan bagi anak untuk mengenal lingkungan, mengembangkan kemampuan sosial, sekaligus belajar menjadi pribadi yang mandiri.

“Ketika kita berbicara tentang pendidikan, sesungguhnya kita sedang berbicara tentang masa depan. Jangan lagi melihat PAUD hanya sebagai tempat anak bermain. Pahami bagi seorang anak, bermain adalah cara mereka belajar bereksplorasi, berinteraksi, dan membangun kemandirian,” tegas Hj. Hestiwati.

Melalui kegiatan tersebut, gerakan “Satu Tahun Prasekolah untuk Setiap Anak” terus digaungkan. Program ini diarahkan untuk memastikan setiap anak di Parigi Moutong mendapat pengalaman pendidikan prasekolah sebelum memasuki jenjang pendidikan berikutnya. Tidak boleh ada anak yang kehilangan kesempatan hanya karena kurangnya pemahaman, perhatian, atau dukungan dari lingkungan terdekatnya.

Hj. Hestiwati menekankan, keberhasilan Wajib Belajar 13 Tahun tidak dapat dipikul oleh satu pihak. Pemerintah, satuan pendidikan, pendidik, orang tua, Pokja Bunda PAUD, serta masyarakat memiliki peran yang saling menguatkan. Kolaborasi tersebut menjadi tenaga pendorong agar kebijakan pendidikan tidak berhenti sebagai program, tetapi hadir nyata dalam kehidupan setiap anak.

Sosialisasi ini pun diharapkan menjadi awal dari gerakan bersama untuk memperkuat layanan pendidikan prasekolah di Parigi Moutong. Dengan fondasi yang kokoh sejak usia dini, anak-anak di daerah itu diharapkan tumbuh menjadi generasi yang percaya diri, mandiri, dan siap menapaki masa depan. Sebab, masa depan sebuah daerah seringkali mulai dibentuk dari ruang-ruang kecil tempat anak belajar dan bermain hari ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....