Dua Hektare Lahan Terbakar, Aparat Cegah Api Meluas di Sausu

  • 09 Sep 2026 14:45 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Parigi Moutong - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda lahan kosong di kawasan Bendungan Induk, Desa Sausu Taliabo, Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, Minggu, 6 September 2026. Kobaran api muncul di sekitar aliran Sungai Sausu dan dengan cepat menjalar di tengah kondisi lahan yang kering. Luas area terdampak diperkirakan mencapai kurang lebih dua hektare.

Peristiwa itu pertama kali diketahui warga bernama Ketut Sudianan sekitar pukul 11.20 WITA. Saat itu, Ketut sedang menyiram tanaman coklat miliknya. Di tengah aktivitas tersebut, ia mendengar suara kayu terbakar disertai bunyi retakan sebelum melihat api mulai membesar di lahan kosong dekat sungai.

“Saat sedang menyiram pohon cokelat, saya mendengar suara seperti kayu terbakar dan terdengar retakan-retakan. Setelah itu saya melihat api sudah berkobar dan menjalar di lahan kosong dekat sungai,” ujar Ketut.

Melihat kobaran api yang mulai merambat, Ketut segera menghubungi Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti Sertu Dedi Handoko, personel Koramil 1306-17/Sausu, bersama Bhabinkamtibmas dan unsur pemerintah daerah. Mereka bergerak menuju lokasi untuk memadamkan api sekaligus membuat batas agar kobaran tidak menjangkau lahan dan perkebunan warga.

“Begitu mendapat informasi adanya kebakaran, kami bersama Bhabinkamtibmas langsung menuju lokasi dan melakukan upaya pemadaman serta melokalisir titik api agar tidak meluas ke lahan dan perkebunan warga,” kata Sertu Dedi Handoko.

Kondisi lahan yang kering, ditambah material mudah terbakar, membuat api bergerak cepat seperti menjalar mengikuti hembusan angin. Penanganan pun dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan personel TNI, Polri, BPBD Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, serta masyarakat di sekitar lokasi. Koordinasi dengan BPBD dilakukan untuk memperkuat upaya pemadaman dan mempercepat pengendalian titik api.

“Kami menghimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan. Jika melihat adanya titik api atau asap di kawasan lahan dan perkebunan, segera laporkan kepada aparat agar dapat ditangani sedini mungkin,” ujar Dedi. Hingga proses penanganan berlangsung, sekitar dua hektare lahan diperkirakan terdampak kebakaran. Aparat bersama pemerintah daerah dan warga terus memantau lokasi untuk memastikan bara yang tersisa tidak kembali berubah menjadi kobaran api.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....