Dampak Musim Kemarau di Buol, Perumda Air Minum Terapkan Sistem Bergilir
- 07 Sep 2026 14:34 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, BUOL — Musim kemarau panjang yang melanda Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, dalam beberapa bulan terakhir berdampak terhadap ketersediaan dan distribusi air bersih kepada masyarakat. Penurunan debit air terjadi di hampir seluruh sumber air yang menjadi andalan Perumdam Motanang.
Kepala Bagian Teknik Perumdam Motanang Kabupaten Buol, Firman A Lumagio, mengatakan penurunan debit air terjadi cukup drastis, terutama saat memasuki puncak musim kemarau. Kondisi tersebut berpengaruh langsung terhadap kemampuan perusahaan daerah dalam memenuhi kebutuhan air pelanggan.
Menurut Firman, penurunan debit paling besar terjadi di titik induk Asahan yang menyusut sekitar 40 hingga 50 sentimeter dari kondisi normal. Sementara pada aliran jalur Kali, penurunan debit air bahkan mencapai sekitar 60 sentimeter.
"Memasuki puncak kemarau ini, kondisi debit air sangat turun di semua wilayah induk maupun kali. Hal ini memicu penurunan signifikan pada pasokan distribusi ke pelanggan," ujar Firman saat ditemui media, Kamis (4/9/2026).
Untuk mengatasi keterbatasan pasokan, Perumdam Motanang menerapkan sistem penggiliran distribusi jalur bagi sekitar 500 pelanggan. Penyesuaian distribusi tersebut berdampak pada sejumlah wilayah, di antaranya Kampung Bugis, Bundo, Kanal, Kali, hingga Leok 2.
Di Kecamatan Biau, Kampung Bugis menjadi salah satu wilayah yang merasakan dampak penurunan pasokan air. Perumdam melakukan pembukaan dan penutupan jalur secara bergantian pada siang dan malam hari agar distribusi tetap dapat menjangkau seluruh pelanggan secara merata.
"Jalur kita bagi dua. Misalnya dari pagi sampai sore pukul 08.00 ke 08.00 kita matikan satu jalur untuk mengisi jalur lainnya. Lalu pada malam harinya kita balik lagi agar wilayah seperti Bundo dan Kanal tetap bisa mendapatkan suplai air," jelasnya.
Selain faktor cuaca, kondisi infrastruktur jaringan perpipaan yang sudah berusia tua turut menjadi kendala. Kebocoran di sejumlah titik menyebabkan pasokan air semakin berkurang sebelum sampai ke rumah warga. Karena belum memiliki armada mobil tangki mandiri, Perumdam Motanang berkolaborasi dengan BPBD dan Polres Buol menggunakan armada Water Canon untuk menyalurkan air bersih kepada masyarakat yang terdampak parah.
Menghadapi puncak kemarau yang masih berlangsung, masyarakat diimbau menghemat penggunaan air dan menampung air ketika aliran tersedia. "Kami menghimbau masyarakat untuk menggunakan air secukupnya dan menampung air selagi mengalir. Hindari kegiatan yang membuang banyak air seperti mencuci kendaraan untuk sementara waktu. Dahulukan kebutuhan mendasar seperti memasak dan kebutuhan harian keluarga," pungkas Firman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....