Kebakaran Lahan Bungkudu Mengganas, Tujuh Titik Api Terdeteksi
- 05 Sep 2026 10:23 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Buol - Kebakaran lahan kembali melanda Desa Bungkudu, Kecamatan Bukal, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah. Hingga Kamis, 3 September 2016, sedikitnya tujuh titik api terpantau dengan luas lahan terbakar diperkirakan hampir mencapai lima hektare. Kobaran api yang menjalar di lahan tersebut menjadi perhatian serius karena berpotensi meluas jika tidak segera dikendalikan.
Upaya pemadaman di lapangan menghadapi kendala cukup berat akibat keterbatasan sarana dan prasarana. Armada pemadam kebakaran milik Pemerintah Kabupaten Buol saat ini mengalami kerusakan, sehingga petugas harus bekerja dengan peralatan yang terbatas. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Buol, Moh. Kachfi Mardjuni, mengatakan kondisi tersebut membuat penanganan kebakaran tidak berjalan optimal.
“Laporan Desa Bungkudu, Kecamatan Bukal, kebakaran hampir lima hektar. Mobil pemadam kami mengalami kerusakan,” ujar Kachfi.
Kachfi berharap Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dapat membantu memperkuat armada pemadaman di Kabupaten Buol. Menurut dia, dukungan berupa kendaraan pemadam maupun mobil tangki air sangat dibutuhkan untuk mempercepat penanganan di lapangan. “Mohon Pak Gubernur dan Kalak BPBD Provinsi, walaupun mobil setengah tua, bantu kami di Buol. Kami kekurangan sarana dan prasarana,” pintanya.
Di tengah keterbatasan itu, petugas tidak membiarkan api terus menjalar. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Buol bersama jajaran Polres Buol, Polsek Bokat, Bag Ops, serta personel lainnya bergerak ke lokasi dengan menggunakan kendaraan water cannon dan mobil tangki. Air disemprotkan ke titik-titik api, sementara petugas berupaya membendung kobaran agar tidak merambat ke lahan di sekitarnya.
Kachfi mengapresiasi keterlibatan jajaran kepolisian, personel TRC, pemerintah desa, serta masyarakat Bungkudu dan desa-desa sekitar dalam penanganan kebakaran. Gotong royong menjadi kekuatan utama di tengah minimnya peralatan. Sejumlah titik api mulai berkurang setelah pemadaman dilakukan secara bersama-sama, meski bara masih menyisakan pekerjaan bagi petugas.
“Walaupun api belum padam, setidaknya titik api sudah berkurang. Insyaallah besok kita lebih bekerja sama untuk memadamkan api tersebut,” kata Kachfi.
Kebakaran di Bungkudu menjadi alarm bagi pemerintah dan masyarakat untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kebakaran lahan. Tujuh titik api dengan luasan hampir lima hektar membutuhkan respons cepat agar kobaran tidak berubah menjadi api yang lebih besar. BPBD Buol berharap dukungan armada dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dapat segera direalisasikan, sehingga upaya pemadaman dapat berlangsung lebih cepat dan maksimal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....