BRIZZI Jadi Langkah Lapas Tolitoli Ciptakan Transaksi Lebih Tertib
- 05 Sep 2026 09:26 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Tolitoli - Suasana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tolitoli tampak berbeda saat jajaran petugas mensosialisasikan penggunaan kartu BRIZZI kepada warga binaan, Kamis, 3 September 2026. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat keamanan dan ketertiban sekaligus menekan peredaran uang tunai di dalam lingkungan Lapas. Sistem transaksi non-tunai diharapkan mampu menciptakan aktivitas ekonomi yang lebih tertib, aman, transparan, dan mudah diawasi.
Sosialisasi dipimpin Ka. KPLP Muh. Iqbal Rahman bersama Kasi Administrasi Kamtib Andi Hermawan, Kasubsi Keamanan Moh. Nur Amry, Kasubsi Pelaporan dan Tata Tertib Yoga Sapta Mahardika, serta Kaur Kepegawaian dan Keuangan sekaligus Ketua Pengurus Koperasi Pengayoman Lapas Tolitoli, Abrar. Para warga binaan diberikan pemahaman mengenai tata cara pemanfaatan BRIZZI sebagai alat transaksi dalam memenuhi kebutuhan melalui mekanisme yang telah ditetapkan. Kehadiran sistem ini menjadi langkah kecil menuju tata kelola transaksi yang lebih modern.
Kalapas Kelas IIB Tolitoli, Mansur Yunus Gafur, menilai penggunaan BRIZZI memiliki peran penting dalam memperkuat pengamanan di balik tembok Lapas. “Penerapan penggunaan kartu BRIZZI ini bukan sekadar perubahan cara bertransaksi, tetapi juga merupakan bagian dari strategi kita dalam memperkuat keamanan dan ketertiban di dalam Lapas. Dengan meminimalisir peredaran uang tunai, kita berharap dapat mencegah dan meminimalisir potensi terjadinya pencurian, perjudian, hutang-piutang antar warga binaan, maupun berbagai bentuk transaksi ilegal lainnya,” ujar Mansur.
Menurut Mansur, transaksi non-tunai juga membuat aktivitas ekonomi warga binaan lebih teratur dan terkontrol. Setiap transaksi berlangsung melalui mekanisme yang telah ditentukan sehingga pengawasan dapat dilakukan secara optimal. “Kami berharap kebijakan ini dapat memberikan rasa aman dan kemudahan bagi warga binaan. Di sisi lain, petugas juga akan lebih mudah melakukan pengawasan terhadap aktivitas transaksi sehingga potensi penyalahgunaan uang, perselisihan akibat hutang-piutang, maupun transaksi yang tidak sesuai ketentuan dapat ditekan,” katanya.
Ka. KPLP Muh. Iqbal Rahman menegaskan sosialisasi dilakukan untuk memastikan warga binaan memahami tujuan dan manfaat penggunaan BRIZZI. Menurutnya, kebijakan tersebut bukan untuk membatasi ruang gerak warga binaan, melainkan menghadirkan pola transaksi yang lebih aman dan terukur. “Kami ingin memastikan warga binaan memahami kebijakan ini bukan untuk mempersulit, tetapi justru untuk menciptakan sistem transaksi yang lebih aman, tertib dan mudah diawasi. Dengan berkurangnya uang tunai yang beredar, diharapkan berbagai potensi gangguan keamanan yang berkaitan dengan uang dapat diminimalisir,” jelas Iqbal.
Dukungan juga datang dari Ketua Pengurus Koperasi Pengayoman Lapas Tolitoli, Abrar, yang menyatakan kesiapan koperasi mendampingi warga binaan dalam penerapan sistem tersebut. “Penggunaan BRIZZI diharapkan dapat membuat transaksi menjadi lebih praktis, tertib dan aman. Kami akan terus memberikan pemahaman kepada warga binaan mengenai tata cara penggunaannya sehingga sistem ini dapat diterapkan dengan baik dan memberikan manfaat bagi semua pihak,” ungkap Abrar. Salah seorang warga binaan, Fikran, turut menyambut positif kebijakan tersebut. “Menurut saya ini cukup baik karena kita tidak perlu membawa atau menyimpan uang tunai. Transaksi menjadi lebih mudah dan aman. Kami juga berharap dengan adanya sistem ini semuanya menjadi lebih tertib dan tidak ada lagi permasalahan yang muncul karena uang,” ujarnya.
Penerapan BRIZZI di Lapas Kelas IIB Tolitoli menjadi salah satu upaya membangun ekosistem Pemasyarakatan yang lebih aman, tertib, dan akuntabel. Berkurangnya uang tunai diharapkan dapat mempersempit celah pencurian, perjudian, hutang-piutang, transaksi ilegal, serta konflik yang dipicu persoalan keuangan. Langkah ini sekaligus memperkuat komitmen Lapas Kelas IIB Tolitoli dalam mewujudkan Pemasyarakatan PRIMA Profesional, Responsif, Integritas, Modern, dan Akuntabel sehingga lingkungan Lapas dapat terus menjadi ruang pembinaan yang aman dan kondusif.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....