Waspada Modus Jual Beli Darah, PMI Tolitoli Tegaskan Gratis

  • 04 Sep 2026 08:29 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli - Sejumlah aksi penipuan jual beli darah mengatasnamakan Unit Donor Darah (UDD) Tolitoli dan Palang Merah Indonesia (PMI) Tolitoli mulai berkembang di ruang digital. Modus tersebut menyasar keluarga pasien dengan menawarkan darah yang seolah-olah tersedia di UDD, kemudian meminta sejumlah pembayaran. Praktik ini menjadi alarm bagi masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar melalui media sosial maupun saluran komunikasi digital lainnya.

Kepala UDD PMI Tolitoli, dr. Suryani Abbas, kepada RRI, Rabu, 2 September 2026, mengatakan pihaknya pernah menerima informasi mengenai keluarga pasien yang diminta membayar darah yang tersedia di UDD. Kondisi tersebut menurutnya tidak sesuai dengan mekanisme pelayanan yang berlaku di UDD PMI Tolitoli.

“Pihak UDD tidak pernah memungut biaya untuk setiap darah yang keluar dari UDD PMI,” ujar dr. Suryani Abbas. Ia menjelaskan, pembiayaan darah bagi pasien telah tercover melalui BPJS Kesehatan. Karena itu, permintaan pembayaran atas darah yang disebut berasal dari UDD patut dicurigai sebagai modus penipuan.

dr. Suryani menambahkan, bagi pasien yang tidak memiliki BPJS Kesehatan dan harus menanggung biaya pelayanan, pembayaran tidak dilakukan di UDD. “Kalaupun ada yang tidak memiliki BPJS dan harus membayar, itupun tidak membayar di UDD, melainkan di rumah sakit atau klinik,” jelasnya. Penegasan ini menjadi penting agar masyarakat memiliki pijakan yang jelas ketika menerima permintaan uang atas nama pelayanan darah.

Di tengah derasnya arus informasi digital, kabar palsu dapat menyebar seperti riak yang cepat membesar di permukaan air. Anggota Komisi A DPRD Tolitoli, Jemi Yusuf, menilai perkembangan teknologi pada dasarnya memiliki dua sisi. “Pada prinsipnya teknologi seperti pisau bermata dua,” kata Jemi Yusuf, Rabu, 2 September 2026.

Menurut Jemi, langkah pencegahan perlu dilakukan dengan membangun sistem informasi stok darah yang terkoneksi langsung dengan layanan masyarakat. PMI Tolitoli juga dinilai perlu menyediakan call center sebagai kanal resmi untuk memastikan informasi mengenai ketersediaan darah sekaligus mengantisipasi pihak-pihak yang memanfaatkan kebutuhan keluarga pasien untuk mencari keuntungan melalui penipuan.

Dengan adanya kanal informasi resmi, masyarakat dapat melakukan verifikasi sebelum memberikan uang atau data pribadi kepada pihak yang mengaku menyediakan darah. PMI Tolitoli dan UDD Tolitoli diharapkan terus memperkuat penyebaran informasi mengenai mekanisme pelayanan darah, sehingga ruang digital tidak menjadi ladang bagi penipu untuk menebar jerat kepada keluarga pasien yang tengah berada dalam situasi rentan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....