Cuaca Panas, BPBD Buol Ingatkan Warga Waspada Karhutla
- 31 Agt 2026 15:50 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Tolitoli - Kondisi cuaca panas yang melanda Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, meningkatkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan menghindari berbagai aktivitas yang dapat memicu munculnya sumber api.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buol, Muhammad Kachfi Mardjuni, kepada RRI, Jumat (28/8/2026), mengatakan pihaknya terus mengingatkan masyarakat agar tidak membuang puntung rokok sembarangan, khususnya di tengah kondisi cuaca yang panas dan vegetasi yang cenderung kering.
Menurutnya, puntung rokok yang dibuang sembarangan dapat menjadi sumber api apabila mengenai rerumputan atau vegetasi kering. Kondisi tersebut berpotensi memicu kebakaran yang kemudian sulit dikendalikan, terutama di kawasan yang memiliki banyak material mudah terbakar.
“Kami terus mengingatkan masyarakat untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan, apalagi dalam kondisi cuaca panas seperti saat ini, karena sangat berpotensi menimbulkan bencana kebakaran,” ujar Muhammad Kachfi.
Selain persoalan puntung rokok, BPBD Kabupaten Buol juga meminta masyarakat tidak menggunakan metode pembakaran ketika membuka maupun membersihkan lahan perkebunan. Pembukaan lahan dengan cara dibakar dinilai memiliki risiko tinggi karena api dapat dengan mudah merambat ke area lain ketika kondisi lahan dan lingkungan sekitarnya kering.
Berdasarkan catatan BPBD Kabupaten Buol, selama kondisi cuaca panas berlangsung, telah terjadi beberapa kejadian kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah. Beberapa lokasi yang mengalami karhutla di antaranya Desa Kodolagon, Talaki, dan Maniala, yang mayoritas diduga berkaitan dengan aktivitas pembersihan lahan oleh masyarakat.
Kachfi mengimbau masyarakat untuk menahan diri dari aktivitas pembakaran lahan, terlebih ketika kondisi cuaca panas dan kering. Ia juga meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sedini mungkin sebelum kebakaran meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar.
Upaya pencegahan dinilai menjadi langkah penting untuk menekan potensi karhutla sekaligus melindungi lingkungan dan permukiman masyarakat. Peran aktif warga, menurut BPBD, sangat dibutuhkan dengan menghindari aktivitas yang berpotensi menjadi sumber api serta menjaga kawasan sekitar dari material yang mudah terbakar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....