Kemarau Picu Krisis Air dan Karhutla di Sejumlah Wilayah Buol
- 31 Agt 2026 12:42 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Tolitoli - Musim panas atau kemarau panjang yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir mulai memberikan dampak di sejumlah wilayah Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah. Kondisi tersebut memicu kekeringan dan krisis air bersih, sekaligus mengancam sektor pertanian serta meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buol, Muhammad Kachfi Mardjuni, mengatakan sejumlah desa mulai terdampak kekeringan dan mengalami kesulitan memperoleh air bersih. BPBD Kabupaten Buol telah menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah wilayah sebagai upaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
“Selama musim panas yang terjadi beberapa pekan terakhir, selain sejumlah desa mengalami kekeringan dan kesulitan memperoleh air bersih, juga telah terjadi kebakaran hutan dan lahan di beberapa wilayah,” ujar Muhammad Kachfi kepada RRI.co.id, Selasa (25/8/2026).
Menurut Kachfi, penanganan terhadap warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih terus dilakukan. Selain persoalan kekeringan, BPBD Kabupaten Buol juga mencatat adanya kebakaran hutan dan lahan di sejumlah desa, di antaranya Desa Potangoan, Kodolagon, Monggonit, dan Talaki.
BPBD terus melakukan berbagai langkah pencegahan agar kebakaran tidak meluas. Salah satunya melalui edukasi kepada masyarakat agar tidak membuang puntung rokok sembarangan serta menghindari pembakaran hutan dan lahan, terutama ketika melakukan pembukaan lahan untuk perkebunan baru.
Kachfi menyebut mayoritas kebakaran hutan dan lahan yang terjadi diduga dipicu aktivitas pembersihan lahan dengan cara dibakar. Api yang awalnya digunakan untuk membersihkan lahan dapat dengan mudah merembet ke area perkebunan di sekitarnya, terlebih ketika kondisi cuaca sedang panas dan kering.
“Mayoritas penyebab kebakaran hutan dan lahan disinyalir berasal dari pembersihan lahan yang dilakukan warga dengan cara membakar, kemudian meluas ke perkebunan lainnya. Apalagi dengan kondisi cuaca panas saat ini, api dapat dengan cepat membesar,” jelasnya.
Sebagai langkah pencegahan, BPBD Kabupaten Buol terus meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat, termasuk memanfaatkan media sosial melalui akun Facebook BPBD. Kachfi mengimbau masyarakat di 11 kecamatan dan 108 desa di Kabupaten Buol untuk meningkatkan kewaspadaan serta tidak membuka lahan perkebunan dengan cara membakar. “Dengan kondisi cuaca panas seperti sekarang, masyarakat harus waspada dan berhati-hati. Jangan membuka lahan perkebunan dengan cara membakar karena sangat berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....