DPRD Toli-Toli Dorong Pemerataan Program MBG hingga Wilayah Kepulauan

  • 28 Agt 2026 12:23 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID,Tolitoli -Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah nasional dinilai memiliki tujuan strategis dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan gizi anak sekolah, balita, serta ibu hamil dan menyusui.

Selain menekan angka stunting dan mendukung kemampuan belajar anak di sekolah, program MBG juga diharapkan mampu menggerakkan perekonomian lokal melalui keterlibatan petani, peternak, dan pelaku UMKM.

Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Toli-Toli, I Nyoman Muliada, menyambut baik pelaksanaan program MBG yang dijalankan Presiden Prabowo Subianto. Namun, ia menilai terdapat sejumlah hal yang perlu menjadi perhatian bersama, khususnya terkait kualitas makanan dan ketepatan sasaran penerima manfaat.

“Pada prinsipnya DPRD Kabupaten Toli-Toli menyambut baik niat baik yang dijalankan Presiden Prabowo Subianto melalui program Makan Bergizi Gratis. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan bersama, terutama kualitas dan sasaran MBG,”ujar wakil ketua dua DPRD Toli-Toli I Nyoman Muliada kepada rri.co.id Selasa 25 Agustus 2026

Menurutnya, wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) harus menjadi salah satu prioritas utama dalam penyaluran program MBG. Pemerataan akses gizi dinilai penting agar anak-anak di wilayah tersebut memperoleh asupan gizi yang layak sekaligus memiliki kesempatan yang sama dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kecerdasan.

Ia menegaskan, penyaluran MBG tidak seharusnya hanya berfokus di wilayah perkotaan, tetapi harus menjangkau hingga pelosok dan daerah terpencil.

Selain pemerataan sasaran, Muliada juga menyoroti pentingnya kualitas dan higienitas makanan yang diproduksi melalui dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Menurutnya, makanan yang diberikan harus memenuhi standar kebersihan serta kandungan gizi yang dibutuhkan penerima manfaat.

“Jangan sampai program ini hanya mengejar jumlah penyaluran, tetapi kualitas dan higienitas makanan tidak diperhatikan. Kandungan gizi yang dibutuhkan harus benar-benar terpenuhi secara maksimal,” tegasnya.

Muliada menyebut kondisi geografis Kabupaten Toli-Toli menjadi salah satu tantangan terbesar dalam pemerataan program MBG. Banyaknya wilayah dengan karakteristik geografis yang sulit, ditambah infrastruktur yang belum memadai, menjadi pekerjaan rumah dalam memperluas jangkauan program tersebut.Sejumlah wilayah seperti Kecamatan Lampasio, Basidondo, dan Ogodeide dinilai perlu mendapat perhatian dalam penyaluran MBG.

Menurutnya, Badan Gizi Nasional (BGN) di Toli-Toli perlu memprioritaskan wilayah-wilayah tersebut agar manfaat program MBG dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat.Sebagai wakil rakyat, Muliada juga terus mendorong agar wilayah kepulauan berpenghuni di Kabupaten Toli-Toli segera mendapatkan fasilitas dapur SPPG.

Dengan tersedianya dapur SPPG di wilayah kepulauan, para pelajar yang selama ini belum tersentuh program MBG diharapkan dapat segera menikmati manfaat program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tersebut.

“Wilayah kepulauan yang berpenghuni harus menjadi perhatian. Kami mendorong agar pembangunan dapur SPPG dapat segera dilakukan sehingga anak-anak sekolah di kepulauan juga bisa merasakan manfaat program Makan Bergizi Gratis,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....