HARDIKNAS Momentum Peningkatan Mutu Pendidikan
- 02 Mei 2026 15:40 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID,Tolitoli - Upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2026 tingkat Kabupaten Tolitoli berlangsung khidmat pada Jumat pagi. Bertindak sebagai inspektur upacara, Sekretaris Daerah Kabupaten Tolitoli, Muhammad Asrul Bantilan, yang sekaligus membacakan sambutan tertulis Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Mu'ti.
Upacara yang dimulai pukul 08.00 WITA tersebut diawali dengan berbagai penampilan dari sejumlah sekolah di daerah itu. Salah satu penampilan yang menarik perhatian datang dari SD Negeri Sandana, yang merupakan juara pertama lomba kegiatan baris-berbaris (LKBB) tahun 2026.
Dalam sambutan tertulisnya, Menteri pendidikan dasar dan menengah Abdul Mu'ti menyampaikan bahwa pendidikan merupakan proses menemukan serta menumbuhkembangkan fitrah atau kodrat alamiah manusia sebagai makhluk Tuhan yang mulia. Ia menegaskan, inti dari proses pendidikan adalah memuliakan manusia.
“Hal tersebut sejalan dengan gagasan Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hajar Dewantara, yang meletakkan dasar pendidikan melalui sistem Among, yakni asah (ilmu), asih (kasih sayang), dan asuh (pendampingan atau pembinaan),”ujar menteri pendidikan dasar dan menengah republik Indonesia Abdul Mu’ti dalam sambutannya yang dibacakan sekretaris daerah kabupaten Toli-Toli Mohammad Asrul Bantilan Sabtu 2 Mei 2026
Sambutan itu juga menegaskan bahwa sesuai amanat Undang-Undang Dasar 1945 dan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2023, pendidikan pada hakikatnya adalah proses mencerdaskan kehidupan bangsa, membangun watak, serta peradaban. Pendidikan juga diarahkan untuk menumbuhkan potensi manusia agar menjadi pribadi yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, cerdas, terampil, mandiri, sehat jasmani dan rohani, serta bertanggung jawab.
“Berdasarkan landasan tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menerapkan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) sebagai program prioritas guna meningkatkan kualitas pendidikan dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional,”ungkap mandikdasmen
Dalam sambutannya juga disampaikan sebuah adagium populer, bahwa jika ingin memajukan bangsa maka pendidikan harus diperbaiki, dan jika ingin memperbaiki pendidikan maka harus dimulai dari dalam kelas.
Selain itu, Menteri Abdul Mu'ti menambahkan bahwa berbagai kebijakan peningkatan mutu pendidikan tidak akan berjalan optimal tanpa tiga unsur penting, yaitu mindset atau pola pikir yang maju, mental yang kuat, serta misi yang lurus. Tanpa ketiganya, kebijakan yang ada dikhawatirkan hanya akan menjadi formalitas dan berhenti pada capaian angka-angka kuantitatif semata.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....