Banjir Berulang di Silutung, BPBD Percepat Normalisasi Sungai
- 17 Agt 2026 14:49 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Parigi Moutong - Banjir kembali menerjang Desa Silutung, Kecamatan Tinombo Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, Sabtu, 15 Agustus 2026. Air sungai yang meluap menyusul hujan berintensitas tinggi kembali menggenangi wilayah permukiman. Genangan seolah menjadi alarm alam bagi warga untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi perubahan cuaca.
Berdasarkan laporan PUSDALOPS BPBD Kabupaten Parigi Moutong, banjir pada kejadian sebelumnya berdampak pada 30 kepala keluarga. Sebanyak empat KK berada di Dusun 1, tiga KK di Dusun 2, dan 23 KK di Dusun 3. Dalam peristiwa tersebut tidak terdapat laporan korban jiwa, pengungsian, maupun kerusakan rumah dan fasilitas umum.
Menanggapi banjir yang kembali terjadi, BPBD Kabupaten Parigi Moutong bergerak melakukan normalisasi sungai pada hari yang sama. Upaya itu diarahkan untuk memperlancar aliran air sekaligus menekan potensi luapan sungai ke kawasan permukiman. Bagian sungai yang membutuhkan normalisasi mencapai sekitar 100 meter di Dusun 1 dan Dusun 2, serta sekitar satu kilometer di Dusun 3.
“Normalisasi sungai dilakukan untuk memperlancar aliran air dan mengurangi risiko banjir kembali meluas,” ujar petugas BPBD Kabupaten Parigi Moutong dalam penanganan di lapangan.
Bagi warga, kejadian berulang tersebut menjadi pengingat untuk tidak lengah ketika hujan deras mengguyur kawasan hulu. “Kami berharap aliran sungai segera kembali lancar sehingga air tidak lagi meluap ke permukiman,” kata seorang warga Desa Silutung.

Di tengah penanganan banjir, BPBD Kabupaten Parigi Moutong juga menyalurkan air bersih untuk keempat kalinya kepada masyarakat Desa Sausu Taliabo pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Bantuan tersebut diberikan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga yang masih menghadapi keterbatasan air bersih. Distribusi itu menjadi bagian lain dari respons kemanusiaan BPBD, agar persoalan air bersih tidak ikut menjadi beban di tengah kondisi masyarakat.
BPBD Kabupaten Parigi Moutong mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap hujan berintensitas tinggi dan kenaikan debit air sungai. Warga diminta segera melaporkan kondisi darurat kepada petugas apabila muncul ancaman bencana. Kewaspadaan dan respons cepat menjadi dua mata rantai penting untuk mencegah luapan sungai berubah menjadi bencana yang lebih besar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....