Jemi Yusuf Dorong Pramuka Kembangkan Potensi Biofarmaka Tolitoli

  • 15 Agt 2026 11:13 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli — Semangat Hari Pramuka ke-65 menggema di Kabupaten Tolitoli, Jumat (14/8/2026). Ketua Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Tolitoli, Jemi Yusuf, menyampaikan ucapan selamat Hari Pramuka sekaligus mengajak generasi muda meneguhkan semangat pengabdian, kemandirian, dan kepedulian terhadap potensi daerah.

Peringatan Hari Pramuka tahun ini mengusung tema “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045.” Tema tersebut dinilai relevan dalam memperkuat karakter generasi muda agar mampu menghadapi perubahan zaman sekaligus mengambil peran dalam membangun ketahanan pangan dan kemandirian bangsa.

Jemi Yusuf menilai kegiatan kepramukaan memiliki ruang yang luas untuk mengembangkan kreativitas dan keterampilan generasi muda. Selain itu, kegiatan Pramuka dapat menjadi sarana untuk mengenalkan berbagai potensi sumber daya alam yang terdapat di lingkungan sekitar.

Menurutnya, salah satu kegiatan yang memiliki nilai edukatif adalah lomba pembuatan obat tradisional berbahan tumbuhan berkhasiat obat serta minuman penyegar. Kegiatan tersebut tidak hanya melatih keterampilan peserta, tetapi juga membuka wawasan mengenai pemanfaatan kekayaan hayati secara produktif.

“Kegiatan seperti ini sangat positif karena anak-anak Pramuka tidak hanya belajar keterampilan, tetapi juga mengenal potensi tanaman obat yang ada di lingkungan sekitar. Ini dapat menjadi langkah awal untuk mengembangkan hilirisasi tanaman berkhasiat obat dalam menunjang biofarmaka,” ujar Jemi Yusuf.

Ia menyebut sejumlah tanaman seperti jahe, kunyit, kencur, dan lengkuas telah lama dikenal masyarakat karena memiliki berbagai kegunaan. Jika dikembangkan secara kreatif oleh generasi muda, tanaman tersebut berpotensi diolah menjadi produk bernilai tambah.

Jemi menilai pemanfaatan tanaman obat juga dapat diarahkan untuk memperkuat ekonomi berbasis potensi lokal. Dari lahan pertanian dan kebun masyarakat, generasi muda dapat belajar menciptakan produk yang memiliki nilai ekonomi sekaligus mendorong pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan.

Pengenalan biofarmaka sejak usia muda, lanjutnya, sejalan dengan semangat swasembada pangan menuju Indonesia Emas 2045. Gerakan Pramuka dinilai memiliki posisi strategis dalam membentuk generasi yang mandiri, terampil, inovatif, dan mampu melihat peluang dari kekayaan alam daerah.

“Saya berharap semangat Hari Pramuka ke-65 tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Mari kita jadikan Pramuka sebagai wadah untuk melahirkan generasi yang berkarakter, mandiri, inovatif, dan mampu mengembangkan potensi daerah untuk kemajuan Tolitoli serta Indonesia menuju 2045,” kata Jemi Yusuf.

Ia berharap momentum Hari Pramuka dapat menjadi penggerak bagi generasi muda Tolitoli untuk semakin aktif berkarya dan berkontribusi bagi pembangunan daerah. Semangat kepramukaan diharapkan tidak hanya membentuk karakter, tetapi juga melahirkan inovasi yang mampu mendukung ketahanan pangan dan penguatan ekonomi lokal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....