Karhutla Jadi Ancaman Ekologis Jangka Panjang di Sulteng

  • 14 Agt 2026 10:10 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dinilai bukan sekadar musibah alam biasa, tetapi merupakan bencana ekologis yang dapat menimbulkan dampak jangka panjang terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat.

Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Pol Nasri MH mengatakan, karhutla sebagian besar dipicu oleh cuaca ekstrem maupun faktor manusia, baik yang dilakukan secara sengaja maupun tidak. Kondisi tersebut dapat menyebabkan kerusakan lingkungan sehingga mengancam keberlangsungan ekosistem.

“Karhutla bukan sekadar musibah alam biasa, melainkan bencana ekologis yang sebagian besar dipicu cuaca ekstrem ataupun faktor manusia, baik secara sengaja maupun tidak,” demikian amanah tertulis Kapolda Sulawesi Tengah yang dibacakan Kapolres Tolitoli AKBP Raden Real Mahendra Kamsi pada 13 Agustus 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam apel gelar pasukan dalam rangka mengantisipasi karhutla di wilayah hukum Polda Sulawesi Tengah. Apel digelar di halaman Mapolres Tolitoli sebagai bagian dari kesiapan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan, termasuk di wilayah Kabupaten Tolitoli.

Menurut Kapolda, karhutla dapat menyebabkan kerusakan lingkungan dan ekosistem, hilangnya habitat flora dan fauna, serta terganggunya keseimbangan alam. Pemulihan terhadap kerusakan tersebut juga membutuhkan waktu yang tidak singkat, bahkan dapat berlangsung hingga puluhan tahun.

Karena itu, apel gelar pasukan menjadi salah satu bentuk kesiapsiagaan seluruh unsur terkait dalam melakukan pencegahan dan penanggulangan karhutla. Kesiapan tersebut dinilai penting mengingat dampak kebakaran dapat meluas dan mengganggu aktivitas masyarakat maupun pelayanan publik.

Kapolda juga mengingatkan bahwa karhutla tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi dapat menimbulkan kerugian ekonomi dan sosial. Gangguan tersebut dapat terjadi pada berbagai sektor, termasuk transportasi darat, laut, dan udara.

“Karhutla juga dapat menimbulkan kerugian ekonomi dan sosial, seperti lumpuhnya aktivitas masyarakat, terganggunya jalur transportasi darat, laut dan udara, serta kerugian finansial yang sangat besar bagi negara dan daerah,” ucapnya.

Untuk itu, seluruh unsur terkait diminta meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat koordinasi dalam mencegah dan menangani karhutla. Langkah pencegahan sejak dini dinilai menjadi kunci untuk menekan risiko kebakaran sekaligus meminimalkan dampak terhadap lingkungan dan masyarakat.

Kesiapsiagaan juga diharapkan tidak hanya dilakukan ketika kebakaran terjadi, tetapi melalui upaya pencegahan secara berkelanjutan. Edukasi kepada masyarakat, pengawasan wilayah rawan, serta respons cepat terhadap potensi kebakaran menjadi bagian penting dalam menghadapi ancaman karhutla.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....