Akses Pendidikan di Dusun Takudan Tolitoli Masih Menghadapi Tantangan
- 12 Agt 2026 12:27 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Tolitoli – Anak-anak di Dusun Takudan KM 7, Desa Malala, Kabupaten Tolitoli, masih menghadapi berbagai tantangan untuk mendapatkan akses pendidikan. Berada di kawasan pegunungan, kondisi geografis dan jarak menuju sekolah menjadi kendala bagi masyarakat setempat.
Medan yang sulit dilalui serta jarak permukiman dengan fasilitas pendidikan membuat sebagian anak mengalami kesulitan untuk bersekolah secara berkelanjutan. Kondisi tersebut turut mempengaruhi partisipasi pendidikan masyarakat di wilayah terpencil tersebut.
Masih ditemukan anak-anak yang belum bersekolah maupun tidak melanjutkan pendidikan. Keterbatasan akses menjadi salah satu faktor yang perlu mendapat perhatian dalam upaya meningkatkan pemerataan layanan pendidikan di Kabupaten Tolitoli.
Pemerintah Kabupaten Tolitoli terus mendorong pemerataan layanan pendidikan hingga ke wilayah terpencil. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh anak memiliki kesempatan yang sama dalam memperoleh pendidikan, tanpa terkendala kondisi geografis dan keterbatasan akses.
Kepala Bidang Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Nonformal Kabupaten Tolitoli, Safrudin, mengatakan pihaknya telah mengunjungi permukiman masyarakat etnis Lauje di Dusun Takudan KM 7, Desa Malala, beberapa hari lalu.
“Kami melakukan kunjungan untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat, sekaligus memberikan motivasi kepada anak-anak agar kembali bersekolah,” kata Safrudin, Selasa (11/8/2026).
Menurut Safrudin, kunjungan tersebut tidak hanya untuk melihat kondisi masyarakat secara langsung, tetapi juga menggali berbagai persoalan yang menjadi hambatan dalam pemenuhan akses pendidikan.
“Kondisi geografis dan jarak menuju fasilitas pendidikan menjadi perhatian yang perlu dicarikan solusi bersama,” ujarnya.
Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memperluas akses dan layanan pendidikan hingga ke wilayah-wilayah terpencil. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan partisipasi pendidikan masyarakat sekaligus mendorong anak-anak yang belum bersekolah atau tidak melanjutkan pendidikan agar kembali mendapatkan kesempatan belajar.
Dengan pemerataan layanan pendidikan, pemerintah berharap tidak ada anak di wilayah terpencil yang kehilangan kesempatan untuk memperoleh pendidikan. Upaya tersebut juga menjadi bagian dari pemenuhan hak anak untuk belajar dan meraih masa depan yang lebih baik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....