MUI Tolitoli: Solidaritas Sosial Kunci Wujudkan Kemaslahatan

  • 19 Jun 2026 15:15 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, TOLITOLI – Di tengah dinamika sosial dan tantangan ekonomi global yang semakin kompleks, semangat gotong royong dan kepedulian terhadap sesama dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas serta keharmonisan kehidupan bermasyarakat. Dalam perspektif Islam, solidaritas sosial (takaful ijtima') tidak hanya dipandang sebagai aksi sosial sukarela, tetapi juga merupakan kewajiban untuk mewujudkan kemaslahatan bersama.

Ketua MUI Kabupaten Tolitoli, Haji Moch Falatehan, LC., M.H., menjelaskan bahwa Islam memandang umat manusia sebagai satu kesatuan yang saling terhubung. Ketika satu bagian mengalami kesulitan, maka bagian lainnya memiliki tanggung jawab moral untuk membantu dan meringankan beban tersebut.

Menurutnya, seluruh syariat Islam bertujuan untuk mewujudkan Maqashid Asy-Syari'ah atau tujuan-tujuan syariat yang berfokus pada perlindungan lima aspek mendasar kehidupan manusia. Di antaranya membantu sesama agar dapat beribadah dengan tenang, menyediakan bantuan pangan dan kesehatan bagi yang membutuhkan, menciptakan lingkungan yang aman bagi generasi penerus, mencegah kriminalitas akibat kesenjangan sosial, serta membuka akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.

“Sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur'an, kita sebagai umat muslim diperintahkan untuk saling menolong dalam kebajikan dan takwa, bukan dalam dosa dan permusuhan. Kita juga tidak memandang keyakinan seseorang karena harus menyesuaikan dengan kondisi kehidupan di Indonesia yang menjunjung tinggi toleransi antarumat beragama, sehingga kita tetap saling menghargai dan menghormati,” ujar Falatehan kepada RRI.co.id, Jumat (19/6/2026).

Falatehan menambahkan, Islam telah menyediakan berbagai instrumen untuk mewujudkan kemaslahatan bersama, baik yang bersifat wajib seperti zakat maupun sukarela seperti infak dan sedekah. Selain itu, prinsip ta'awun atau tolong-menolong menjadi pondasi penting dalam membangun solidaritas yang melintasi batas suku, ras, dan agama demi terciptanya kehidupan yang damai dan sejahtera.

Ia juga mengutip hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh At-Thabrani, yang menegaskan pentingnya kepedulian terhadap kondisi tetangga dan masyarakat sekitar.

Menurutnya, upaya membangun kemaslahatan bersama tidak harus dimulai dari langkah besar. Program ketahanan pangan di tingkat RT/RW, gerakan peduli tetangga, hingga optimalisasi pengelolaan zakat merupakan bentuk nyata penerapan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.

“Ketika solidaritas sosial telah menjadi budaya di tengah masyarakat, maka kemaslahatan bersama bukan lagi sekadar harapan, melainkan menjadi realitas yang menghadirkan keberkahan bagi seluruh alam,” katanya.

Falatehan berharap nilai-nilai solidaritas sosial terus diperkuat di tengah masyarakat sebagai wujud nyata Islam yang membawa rahmat bagi seluruh alam (rahmatan lil 'alamin).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....