Musim Kemarau, BMKG Tolitoli Ingatkan Ancaman Kebakaran

  • 08 Agt 2026 15:03 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli – Memasuki musim kemarau tahun 2026, masyarakat di Kabupaten Tolitoli diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi bencana yang dipicu cuaca kering. Selain ancaman kekeringan, risiko kebakaran lahan, hutan, hingga pemukiman warga diperkirakan meningkat seiring masih berlangsungnya fenomena El Nino yang diprediksi mencapai kategori kuat hingga akhir tahun.

Kepala BMKG Tolitoli, Wahyu Guru Imantoko, mengatakan musim kemarau di wilayah Tolitoli mulai berlangsung sejak Juli 2026 dan diperkirakan mencapai puncaknya pada September mendatang. Kondisi tersebut diperparah oleh fenomena El Nino yang menyebabkan penurunan curah hujan sehingga meningkatkan potensi kekeringan dan kebakaran.

"Musim kemarau mulai terjadi sejak Juli dan diperkirakan mencapai puncaknya pada September. Fenomena El Nino yang masih berlangsung menyebabkan curah hujan berkurang sehingga meningkatkan risiko kekeringan serta potensi kebakaran permukiman, lahan, maupun hutan," ujar Wahyu Guru Imantoko, Kamis 6 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, berdasarkan pemantauan BMKG, fenomena El Nino tahun 2026 diprediksi berada pada kategori kuat hingga sangat kuat. Kondisi tersebut diperkirakan masih akan berlangsung sampai akhir Desember 2026 sehingga masyarakat diminta tetap waspada terhadap dampak yang ditimbulkan.

Menurut Wahyu, cuaca yang semakin kering dapat menyebabkan vegetasi mudah terbakar. Karena itu, masyarakat diminta menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama pembakaran lahan dan pembuangan puntung rokok sembarangan di area yang mudah terbakar.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Tolitoli, Kasmir Ibrahim, mengungkapkan jumlah kejadian kebakaran hingga Juli 2026 mengalami peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

"Hingga Juli 2026, jumlah kebakaran meningkat lebih dari 100 persen dibandingkan tahun 2025. Kejadian yang kami tangani meliputi kebakaran lahan, perkebunan, dan yang paling dominan adalah kebakaran di lingkungan permukiman warga," kata Kasmir Ibrahim.

Pemerintah Kabupaten Tolitoli bersama BMKG, Satpol PP, serta instansi terkait terus mengintensifkan langkah-langkah pencegahan melalui sosialisasi kepada masyarakat. Warga diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar, memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman, tidak meninggalkan api tanpa pengawasan, serta segera melaporkan apabila terjadi kebakaran agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.

Dengan meningkatnya ancaman kebakaran selama musim kemarau, partisipasi aktif masyarakat dinilai menjadi kunci dalam menekan risiko bencana. Kepatuhan terhadap imbauan pemerintah diharapkan mampu melindungi keselamatan warga, menjaga lingkungan, serta meminimalkan kerugian akibat kebakaran yang berpotensi meningkat hingga akhir musim kemarau.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....