Warga Binaan Lapas Leok Antusias Ikuti Penyuluhan Agama

  • 05 Agt 2026 15:45 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli – Warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Leok menunjukkan antusiasme tinggi saat mengikuti kegiatan penyuluhan agama yang digelar sebagai bagian dari program pembinaan kepribadian. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman keagamaan sekaligus membangun semangat perubahan diri bagi seluruh peserta.

Penyuluhan agama tersebut menjadi salah satu upaya pembinaan mental dan spiritual yang rutin dilaksanakan di lingkungan Lapas Kelas III Leok. Melalui kegiatan ini, warga binaan diberikan pemahaman tentang nilai-nilai keimanan, akhlak, serta motivasi untuk memperbaiki diri selama menjalani masa pembinaan.

Ustadz Muhajirin Ahmad Dokliwan mengapresiasi semangat yang ditunjukkan para warga binaan selama mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, respons positif peserta menjadi indikator bahwa pembinaan keagamaan mampu diterima dengan baik.

"Alhamdulillah, respons warga binaan sangat baik. Mereka terlihat senang mengikuti kegiatan ini dan antusias mendengarkan materi yang disampaikan," kata Ustadz Muhajirin Ahmad Dokliwan kepada RRI.CO.ID, Senin (3/8/2026).

Ia menilai semangat belajar yang ditunjukkan warga binaan merupakan modal penting dalam proses pembinaan. Dengan bekal pemahaman agama yang lebih baik, mereka diharapkan mampu menjalani perubahan sikap dan perilaku menuju kehidupan yang lebih positif.

"Kami berharap mereka menjadi manusia yang beriman kepada Allah SWT dan lebih semangat lagi memperbaiki diri. Karena sesungguhnya belum ada kata terlambat untuk berbenah sebelum ajal datang," ujarnya.

Lebih lanjut, Ustadz Muhajirin menjelaskan bahwa pembinaan keagamaan tidak hanya berfokus pada penyampaian materi ibadah, tetapi juga menanamkan nilai-nilai moral, membentuk akhlak yang baik, serta memberikan harapan baru bagi warga binaan untuk menjalani kehidupan setelah menyelesaikan masa pidana.

"Dengan memahami agama, mereka diharapkan memiliki pegangan hidup yang kuat sehingga ketika kembali ke masyarakat dapat menjadi pribadi yang lebih baik," katanya.

Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Lapas Kelas III Leok, Moh. Yusran, menegaskan bahwa perubahan perilaku warga binaan tidak dapat terwujud secara instan, melainkan melalui proses pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya, setiap warga binaan memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

"Untuk mendapatkan kebaikan maka diperlukan upaya menjadi yang terbaik. Negara akan memberikan hadiah kepada warga binaan yang mempunyai akhlak yang baik," ujar Moh. Yusran.

Ia berharap kegiatan pembinaan keagamaan terus memberikan dampak positif bagi warga binaan, sehingga mereka tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga memperoleh bekal moral dan spiritual yang kuat untuk kembali berperan sebagai anggota masyarakat yang produktif dan bertanggung jawab setelah bebas nanti.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....