Pendampingan Pelaku Bullying Dinilai Sama Pentingnya
- 27 Jul 2026 15:24 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Tolitoli – Perundungan atau bullying tidak hanya menimbulkan dampak bagi korban, tetapi juga perlu mendapat perhatian serius terhadap pelakunya. Penanganan kasus perundungan dinilai harus dilakukan secara menyeluruh dengan menggali akar persoalan yang melatarbelakangi perilaku anak agar solusi yang diberikan tepat sasaran.
Hal tersebut disampaikan Konselor Anak dan Remaja, Nur Hasnawati Bela, S.Sos, saat menjadi narasumber dalam dialog interaktif RRI Tolitoli dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026, Kamis (23/7/2026). Menurutnya, pendekatan yang berfokus pada pemahaman kondisi psikologis anak jauh lebih efektif dibandingkan sekadar memberikan hukuman.
Bela menjelaskan, peran konselor lebih banyak diarahkan pada upaya pencegahan melalui edukasi mengenai tumbuh kembang anak, kampanye kesehatan mental, serta pendampingan bagi anak dan remaja yang mengalami persoalan emosional. Selain itu, konselor juga menjadi ruang yang aman bagi anak untuk menyampaikan perasaan maupun pengalaman yang mereka alami.
Ia menegaskan, dalam menangani kasus perundungan, perhatian tidak boleh hanya tertuju kepada korban. Pelaku juga merupakan anak yang membutuhkan pendampingan karena perilaku yang ditunjukkan sering kali menjadi bentuk komunikasi atas persoalan yang tidak mampu mereka ungkapkan melalui kata-kata.
"Dalam perspektif konseling, perilaku anak adalah bentuk komunikasi. Apa yang tidak mampu mereka sampaikan melalui kata-kata sering kali muncul melalui perilaku. Karena itu, kita harus memahami akar masalahnya, bukan hanya menghukum perilakunya," ujar Nur Hasnawati Bela.
Menurut Bela, untuk memahami penyebab seorang anak melakukan perundungan perlu dilakukan refleksi melalui tiga pertanyaan mendasar, yakni apa yang sebenarnya dirasakan anak, mengapa perilaku tersebut muncul, dan apa yang dibutuhkan anak sehingga energi yang dimilikinya justru disalurkan untuk menyakiti orang lain.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa banyak faktor yang dapat memicu perilaku bullying, mulai dari kurangnya perhatian orang tua, konflik dalam keluarga, hingga kebiasaan anak menyaksikan penyelesaian masalah dengan kemarahan. Anak cenderung meniru apa yang mereka lihat di lingkungan terdekat sehingga pola asuh di rumah memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan karakter dan perilaku mereka.
Selain memahami kondisi pelaku, Bela juga mengingatkan pentingnya mengenali tanda-tanda yang dialami korban perundungan. Perubahan perilaku, seperti anak yang tiba-tiba menjadi pendiam, menarik diri dari lingkungan pergaulan, kehilangan semangat belajar, atau enggan datang ke sekolah, perlu menjadi perhatian guru, wali kelas, maupun orang tua agar dapat segera diberikan pendampingan.
Ia juga mengajak seluruh orang tua dan tenaga pendidik untuk membangun komunikasi yang terbuka dengan anak. Menurutnya, anak-anak Generasi Z dan Generasi Alpha ingin didengarkan tanpa dihakimi. Dengan menghadirkan ruang yang aman untuk bercerita, anak akan lebih percaya diri menyampaikan persoalan yang dihadapinya sehingga berbagai bentuk kekerasan maupun perundungan dapat dicegah sejak dini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....