BMKG Imbau Warga Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Gempa di Tolitoli
- 26 Jul 2026 15:02 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Tolitoli - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Geofisika Tolitoli mengimbau masyarakat Kabupaten Tolitoli, Kabupaten Buol dan Kabupaten Parigi Moutong untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi gempa bumi. Imbauan tersebut disampaikan Kepala Stasiun Geofisika BMKG Tolitoli, Wahyu, dalam Program Halo RRI yang disiarkan RRI Tolitoli pada Jumat (24/7/2026).
Dalam program tersebut, warga Kelurahan Nalu, Pak Kendi, menyampaikan aspirasi agar RRI Tolitoli dapat lebih cepat menyiarkan informasi resmi dari BMKG setiap kali terjadi gempa bumi. Menurutnya, tidak semua masyarakat memiliki akses internet atau rutin membuka aplikasi informasi gempa di telepon seluler.
Pak Kendi menilai penyebarluasan informasi melalui radio masih sangat penting, terutama bagi masyarakat yang berada di daerah dengan keterbatasan jaringan internet maupun kuota data. Ia berharap RRI dapat segera menyampaikan informasi mengenai kekuatan gempa, potensi tsunami, hingga himbauan evakuasi apabila diperlukan.
Menanggapi aspirasi tersebut, Kepala Stasiun Geofisika BMKG Tolitoli, Wahyu, menjelaskan bahwa gempa yang terjadi pada Jumat pagi, 24 Juli 2026, berdasarkan hasil analisis BMKG memiliki magnitudo 4,4. Gempa tersebut tergolong berkekuatan kecil dan hingga saat ini tidak menunjukkan potensi yang membahayakan.
"Berdasarkan hasil analisis BMKG, gempa yang terjadi pagi tadi berkekuatan Magnitudo 4,4. Gempa tersebut merupakan gempa dengan kekuatan kecil dan hingga saat ini tidak menunjukkan potensi yang membahayakan. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas sumbernya, dan selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG," ujar Wahyu.
Wahyu juga mengingatkan bahwa Kabupaten Tolitoli merupakan salah satu wilayah di Sulawesi yang memiliki tingkat aktivitas kegempaan, karena berada di dekat sumber-sumber gempa aktif. Oleh sebab itu, kesiapsiagaan masyarakat menjadi hal yang sangat penting untuk meminimalkan risiko saat terjadi bencana.
Ia menghimbau masyarakat agar tidak panik ketika merasakan guncangan gempa. Saat berada di dalam bangunan, masyarakat diminta melindungi kepala dan berlindung di tempat yang aman. Setelah guncangan berhenti, segera keluar menuju area terbuka serta mengikuti informasi resmi dari BMKG dan instansi terkait.
Melalui Program Halo RRI, sinergi antara masyarakat, RRI Tolitoli, dan BMKG diharapkan dapat memperkuat penyebaran informasi kebencanaan secara cepat, akurat, dan terpercaya. Aspirasi masyarakat seperti yang disampaikan Pak Kendi menjadi masukan penting untuk meningkatkan layanan informasi publik, khususnya dalam penyampaian peringatan dini bencana.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....